Jakarta

Remaja Rentan Terjebak Standar Tubuh Ideal, YouTube Perketat Sistem Rekomendasi Konten

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 September 2026, 14:30 WIB
Remaja Rentan Terjebak Standar Tubuh Ideal, YouTube Perketat Sistem Rekomendasi Konten
YouTube ubah cara algoritma merekomendasikan konten ke remaja. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Video tentang kebugaran, bentuk tubuh, dan penampilan bisa menjadi tontonan biasa.

Namun, ketika konten serupa terus muncul di beranda, remaja berisiko berulang kali terpapar standar tubuh tertentu.

Inilah yang menjadi perhatian YouTube dalam memperketat sistem rekomendasinya bagi pengguna remaja.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi rekomendasi berulang terhadap video yang mengidealkan bentuk tubuh, penampilan, tingkat kebugaran, atau berat badan tertentu.

YouTube tidak menghapus seluruh konten tentang olahraga maupun kesehatan, tetapi membatasi cara algoritma menyajikannya kepada pengguna muda.

Melansir Euro News, kebijakan ini dikembangkan berdasarkan masukan Youth and Families Advisory Committee, yang memberi saran kepada YouTube mengenai perkembangan remaja dan dampak konsumsi konten digital terhadap kesejahteraan mereka.

Algoritma Bisa Membentuk Pola Tontonan

Sistem rekomendasi YouTube bekerja dengan mempertimbangkan riwayat tontonan pengguna.

Mekanisme ini membuat video dengan tema serupa berpotensi terus muncul setelah seseorang menonton konten tertentu.

Bagi remaja yang sedang membentuk pandangan tentang dirinya, paparan berulang terhadap gambaran tubuh ideal dapat menjadi persoalan.

Baca Juga: Guru dan Tenaga Kependidikan Wajib Penuhi Standar Baru, Ada Masa Penyesuaian hingga 9 Tahun

YouTube menilai sebuah video mungkin tidak bermasalah ketika ditonton satu kali, tetapi dampaknya bisa berbeda jika pengguna terus menerima konten sejenis.

Kategori yang menjadi perhatian mencakup video yang membandingkan karakteristik fisik, mengidealkan penampilan tertentu, serta menampilkan standar kebugaran atau berat badan sebagai sesuatu yang ideal.

Dengan demikian, perubahan kebijakan tidak berfokus pada satu video secara terpisah, melainkan pada pola rekomendasi yang dapat terbentuk dari waktu ke waktu.

Remaja Bisa Menemukan Konten Tanpa Mencarinya

Risiko rekomendasi otomatis juga menjadi perhatian regulator.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.