Waspada! Main Media Sosial Lebih dari 3 Jam Perhari Bisa Ubah Cara Otak Remaja Bekerja

AKURAT JAKARTA - Penggunaan media sosial berlebihan kini menjadi perhatian serius para ilmuwan dunia.
Di tengah era digital yang serba cepat, banyak remaja menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar, tanpa sadar bahwa kebiasaan ini dapat menurunkan kemampuan kognitif dan fungsi otak.
Hasil penelitian terbaru dari University of Southern California (USC) mengungkapkan bahwa paparan notifikasi, komentar, dan tanda suka (“like”) secara terus-menerus dapat memengaruhi cara kerja otak, terutama di bagian yang mengatur perhatian, kontrol diri, dan penghargaan sosial.
Menurut laporan Medical Xpress dan MedPage Today, anak-anak dan remaja yang terlalu sering menggunakan media sosial menunjukkan perubahan aktivitas pada sistem dopamin—zat kimia yang membuat seseorang merasa senang dan terdorong untuk mengulang perilaku yang memicu kepuasan itu.
Akibatnya, otak menjadi terbiasa mencari rangsangan cepat dan instan, sehingga kemampuan fokus dan pengendalian diri pun menurun.
Dalam studi yang melibatkan lebih dari 6.500 anak berusia 9–13 tahun, para ilmuwan melakukan pemantauan aktivitas otak selama dua tahun.
Baca Juga: Dari Oyo hingga Kalisuci, Ini Rekomendasi Wisata Susur Sungai Terseru di Jogja
Hasilnya, remaja yang menggunakan media sosial lebih dari tiga jam per hari memiliki skor kognitif lebih rendah dibandingkan mereka yang membatasi penggunaannya.
Pemindaian MRI juga menunjukkan adanya perubahan pada prefrontal cortex dan striatum ventral, dua area penting dalam pengambilan keputusan dan pengendalian impuls.
Perubahan pada bagian otak ini dapat berdampak jangka panjang, mulai dari menurunnya daya ingat jangka pendek, kesulitan fokus, hingga peningkatan risiko gangguan seperti kecemasan, depresi ringan, dan penurunan prestasi akademik.
Para peneliti menegaskan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak hingga masa dewasa muda bila tidak dikontrol sejak dini.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar orang tua aktif memantau dan membatasi waktu penggunaan media sosial anak.
Batas ideal yang disarankan adalah maksimal dua jam per hari, dengan diselingi aktivitas seperti olahraga, membaca, atau interaksi sosial langsung.
Baca Juga: Kopi Santan, Tren Baru yang Gurih dan Creamy: Sehat atau Berisiko?
Menghindari gawai saat makan dan sebelum tidur juga penting agar otak bisa beristirahat dari rangsangan digital yang berlebihan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Athletic Bilbao vs Getafe di La Liga, 25 Oktober 2026: Mampukah Los Leones Akhiri Tren Negatif?
- 2Prediksi Skor Cagliari vs Bologna di Serie A, 24 Oktober 2026: Siapakah yang Akan Kembali ke Jalur Kemenangan?
- 3Prediksi Skor Atalanta vs Frosinone di Serie A, 25 Oktober 2026: Misi La Dea Menghentikan Kejutan Tim Promosi
- 4Prediksi Skor Genoa vs Venezia di Serie A, 25 Oktober 2026: Mampukah Lagunari Lanjutkan Kejutan?
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Newcastle United di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Eagles Manfaatkan Kerapuhan Pertahanan The Magpies?
- 6Prediksi Skor Alaves vs Malaga di La Liga, 24 Oktober 2026: Misi Bangkit Tuan Rumah di Tengah Ancaman Zona Bawah
- 7Prediksi Skor Torino vs AC Monza di Serie A, 24 Oktober 2026: Mampukah Il Toro Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Hull City vs Brentford di Premier League, 25 Oktober 2026: Mampukah The Tigers Hentikan Ketajaman The Bees?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







