Jakarta

Influenza A Sedang Meningkat, Ini Bedanya dengan Flu Biasa yang Sering Dianggap Sama

Anggerhana Denni Rahmawati | 1 Oktober 2026, 20:15 WIB
Influenza A Sedang Meningkat, Ini Bedanya dengan Flu Biasa yang Sering Dianggap Sama
Ilustrasi, Influenza A - Magnific

AKURAT JAKARTA - Kasus Influenza A terdeteksi meningkat di sejumlah daerah Indonesia hingga September 2026.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan menyatakan situasinya masih terkendali dan pemantauan terhadap virus terus dilakukan.

Pada minggu ke-38, sebanyak 148 dari 265 spesimen surveilans sentinel dinyatakan positif influenza.

Angka tersebut menghasilkan positivity rate sebesar 56 persen dan didominasi Influenza A subtipe H1N1pdm09.

Kemenkes juga memantau Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan ramai disebut “superflu”.

Namun, Menteri Kesehatan menyebut temuan subclade tersebut pada tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tengah meningkatnya aktivitas influenza, persoalan yang perlu diperhatikan adalah kemampuan membedakan influenza A dengan flu biasa.

Keduanya sama-sama menyerang saluran pernapasan, tetapi pola gejalanya dapat berbeda.

Flu biasa umumnya berkembang secara bertahap.

Sementara itu, influenza A dapat muncul lebih mendadak dengan keluhan yang terasa lebih berat.

Baca Juga: Ketika Kondisi Kesehatan Menghalangi Sekolah, PJJ Jadi Alternatif Pendidikan

Demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri tubuh, kelelahan, dan hidung tersumbat merupakan sejumlah gejala yang dapat muncul.

Batuk akibat influenza A juga cenderung kering dan menetap.

Nyeri otot atau badan pegal dapat terasa lebih berat dibandingkan flu biasa.

Pada anak-anak, influenza juga dapat disertai mual, muntah, atau diare.

Perbedaan lainnya terletak pada jenis virusnya. Influenza A memiliki berbagai subtipe dan dapat menginfeksi manusia maupun hewan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.