Jakarta

Dari Penonton hingga Sineas, Jakarta Film Week 2026 Ingin Hidupkan Ekosistem Film

Anggerhana Denni Rahmawati | 24 Oktober 2026, 08:30 WIB
Dari Penonton hingga Sineas, Jakarta Film Week 2026 Ingin Hidupkan Ekosistem Film
Jakarta Film Week 2026 punya misi Besar untuk perfilman Indonesia. - jakartafilmweek.com

AKURAT JAKARTA - Jakarta Film Week 2026 resmi dibuka pada 21 Oktober 2026 dengan menghadirkan 157 film dari 56 negara.

Festival yang berlangsung hingga 25 Oktober ini menjadi bagian dari ambisi Jakarta untuk berkembang sebagai kota sinema, bukan hanya tempat masyarakat menikmati film.

Namun, membangun kota sinema tidak cukup dengan menghadirkan film-film dari berbagai negara.

Tantangan yang lebih besar adalah menciptakan ruang bagi sineas untuk mengembangkan karya, mempertemukan pelaku industri, serta memperluas kesempatan masyarakat untuk terlibat dalam dunia perfilman.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut Jakarta Film Week sebagai bagian dari perjalanan ibu kota menuju cita-cita tersebut.

Upaya ini juga diperkuat melalui Jakarta Film Summit yang baru saja selesai diselenggarakan.

"Jakarta saat ini sedang bergerak menuju cita-cita menjadi kota sinema. Jakarta Film Week menjadi bagian dari perjalanan tersebut," katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa festival film bukan tujuan akhir.

Jakarta masih perlu membangun ekosistem yang memungkinkan kreativitas tumbuh secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan talenta hingga terbukanya peluang kolaborasi di industri film.

Festival Film Bukan Hanya Tempat Menonton

Baca Juga: Makin Dipaksa Tidur, Makin Susah Terlelap? Ini Penjelasan Psikologinya

Jakarta Film Week 2026 mengusung tema Encounter, yang menekankan pentingnya pertemuan berbagai gagasan dan pelaku kreatif.

Melalui pertemuan ini, sineas diharapkan bisa menemukan penonton, bertukar perspektif, dan menjalin kerja sama untuk menghasilkan karya baru.

Direktur Festival Jakarta Film Week, Rina Damayanti, mengatakan festival tahun ini menghadirkan 157 film dari 56 negara.

Jumlah tersebut menjadi pilihan film terbanyak sejak festival pertama kali diselenggarakan.

Rangkaian acara tidak hanya berisi pemutaran film.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.