Jakarta

Pemerintah Abaikan Protes Keras Kenaikan Pajak Hiburan, Inul Daratista Pasrah: Paling Juga Tak Tutup Pelan-pelan!

Fikri Hidayatulloh | 17 Januari 2024, 16:02 WIB
Pemerintah Abaikan Protes Keras Kenaikan Pajak Hiburan, Inul Daratista Pasrah: Paling Juga Tak Tutup Pelan-pelan!

AKURAT JAKARTA - Inul Daratista, penyanyi dangdut yang belakangan ini begitu keras memprotes kenaikan pajak hiburan 40 hingga 75 persen, akhirnya memilih pasrah.

Inul Daratista yang sudah 17 tahun menggeluti bisnis karaoke keluarga itu mempertimbangkan untuk menutup tempat usahanya tersebut.



"Sak karepmu wis. Paling juga tak tutup pelan-pelan, buyar! Repot amat," kata Inul Daratista di Instagram, Rabu (17/1/2024).

Baca Juga: Tanggapi Protes Inul Daratista, Sandiaga Uno: Kami Tidak Akan Mematikan Industri Parekraf...

Menurut Inul, menutup bisnis karaoke merupakan pilihan paling masuk akal ketika digencet pajak hiburan yang begitu tinggi.

"Enak wis gak mikirin pegawai, gak perlu bayar juga kan?," terang Inul.

Inul menyatakan demikian merespon kebijakan Pemerintah yang berkukuh memungut pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen.

Baca Juga: Jawaban Sandiaga soal Keberatan Inul Dibantah Netizen: 40 Persen Bukan Lagi Pajak, Itu Bagi Hasil. 75 Persen itu Ngerampok!

Padahal, Inul menegaskan tarif tersebut kelewat mencekik leher para pengusaha karaoke.

Sebelumnya, Inul Daratista memprotes keras kenaikan pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen di sosial media.

Inul Daratista mempertanyakan hitung-hitungan Pemerintah dalam menentukan kenaikan pajak hiburan.

"Baca ini kok aku jadi heran yo. Gak mematikan gimana? 40-75 itungane piye?," kata Inul Daratista di akun Instagram, Kamis (11/1/2024).

Inul bahkan men-tag akun Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

"Bapak mah duite trilyunan gak kuatir. Lah kita bikin bisnis aja masih muter duitnya Bank. Memajukan UMKM sih oke, tapi jangan membunuh pengusaha yang berusaha hidup untuk manusia-manusia yang hidupnya bergantung juga sama kita," jelas Inul yang mengaku akibat Covid-19 dirinya terpaksa memangkas jumlah karyawan dari 9 ribu menjadi 5 ribu orang.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.