Jakarta

Dilema Besar Man United: Pertahankan Bruno Fernandes atau Ikuti Jejak Sukses Liverpool?

Winda Wahdania | 3 Juni 2025, 09:43 WIB
Dilema Besar Man United: Pertahankan Bruno Fernandes atau Ikuti Jejak Sukses Liverpool?

AKURAT JAKARTA - Manchester United kini berada di titik krusial yang bisa menentukan arah klub dalam beberapa tahun ke depan. 

Tawaran besar dari Al Hilal untuk Bruno Fernandes membuka peluang sekaligus risiko besar bagi Setan Merah, yang kini terjebak dalam dilema antara mempertahankan sang jimat atau menguangkannya demi perombakan skuad secara menyeluruh.

Lantas, akankah United memilih jalur Liverpool atau justru terjerumus seperti Tottenham?

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Melejit Tajam, Tembus Rp1,94 Juta per Gram!

Tawaran Menggiurkan, Risiko Mengintai

Klub Liga Pro Arab Saudi, Al Hilal, siap menggelontorkan dana hingga £100 juta untuk mengamankan jasa Bruno Fernandes sebelum Piala Dunia Antarklub digelar. 

Angka itu bukan sekadar angka besar di bursa transfer, tapi juga solusi instan bagi lubang keuangan United yang ditaksir mencapai £80–100 juta usai absen di Liga Champions.

Fernandes sendiri bukanlah pemain sembarangan. Sejak didatangkan dari Sporting CP pada Januari 2020 dengan harga £47 juta, gelandang Portugal ini telah menjadi motor utama permainan United. 

Musim lalu saja, di tengah performa buruk tim yang finis ke-15 di Premier League, ia masih mampu mencetak 19 gol dan 18 assist. Ia juga menjadi satu-satunya pemain United yang mendekati status "kelas dunia".

Namun, United kini tengah membangun ulang skuad di bawah Ruben Amorim. Jika ingin bersaing kembali di papan atas, mereka membutuhkan lebih dari sekadar satu bintang. 

Penjaga gawang, bek kanan, gelandang tengah, hingga gelandang serang adalah sektor-sektor yang butuh penguatan. 

Pertanyaannya: apakah £100 juta dari penjualan Fernandes bisa digunakan dengan bijak?

Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Maut di Tol Sidoarjo: Dua Pembobol Toko Tewas Ditembak Polisi

Meniru Liverpool atau Bernasib seperti Tottenham?

Kisah sukses Liverpool bisa menjadi cetak biru yang ideal. Setelah menjual Philippe Coutinho ke Barcelona senilai £145 juta pada 2018, Jurgen Klopp langsung menginvestasikan dana tersebut untuk merekrut Virgil van Dijk dan Alisson Becker—dua pemain yang menjadi pilar kebangkitan The Reds hingga akhirnya meraih Liga Champions dan Premier League.

Namun di sisi lain, Tottenham juga pernah mencoba hal serupa. Saat Gareth Bale dilepas ke Real Madrid senilai £85 juta, Spurs membelanjakan uang itu untuk tujuh pemain, tetapi hanya Christian Eriksen yang benar-benar sukses. Sisanya? Gagal total.

United sendiri punya catatan buruk dalam bursa transfer beberapa tahun terakhir. Sejak kedatangan Fernandes, belum ada rekrutan yang benar-benar membawa dampak signifikan. 

Hal ini membuat banyak pihak ragu: apakah manajemen United bisa mengelola uang dari penjualan Fernandes dengan benar?

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian 3 Juni 2025 Meroket, Antam Tembus Hampir Rp2 Juta per Gram!

Kontrak, Tekanan Finansial, dan Masa Depan Klub

Fernandes baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2027. United bisa saja menolak tawaran Al Hilal, tapi kondisi finansial membuat keputusan itu tak lagi sesederhana yang terlihat. 

Ruben Amorim dikabarkan lebih ingin melepas pemain seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, atau Antony. 

Namun harga jual ketiganya jauh dari angka yang ditawarkan untuk Fernandes.

Sancho mungkin akan ditebus permanen oleh Chelsea dengan nilai sekitar £25 juta, tetapi total gabungan dari ketiga pemain tersebut masih tak cukup untuk menutupi kerugian akibat absen di kompetisi Eropa.

Jalan Mana yang Akan Dipilih United?

Dengan Bruno Fernandes, Manchester United jelas lebih kuat. Tapi musim lalu membuktikan bahwa kehadirannya belum cukup untuk membawa Setan Merah keluar dari keterpurukan. 

Jika Al Hilal serius dengan tawaran £100 juta, dan United mampu menggunakan dana itu dengan cerdas, keputusan ini bisa menjadi titik balik menuju masa depan yang lebih cerah.

Namun jika salah langkah, bukan tidak mungkin United justru mengulangi kesalahan Tottenham—kehilangan bintang utama tanpa pengganti sepadan. 

Baca Juga: Terjebak Utang Pinjol dan Paylater? Begini Cara Keluar Tanpa Tambah Pinjaman Baru

Kini semua tergantung pada keberanian, ketepatan strategi, dan ketajaman visi manajemen United dalam membangun ulang tim. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.