Jakarta

Zaki Iskandar: Pembinaan Mental Kunci Pemain Muda Tak Layu Sebelum Berkembang

Ainun Kusumaningrum | 27 Januari 2026, 19:42 WIB
Zaki Iskandar: Pembinaan Mental Kunci Pemain Muda Tak Layu Sebelum Berkembang

AKURAT JAKARTA — Manajer Tim Nasional Indonesia kelompok umur, Ahmed Zaki Iskandar, memberikan catatan kritis terhadap fenomena banyaknya talenta muda sepak bola nasional yang kehilangan momentum saat beranjak dewasa.

Menurutnya, fase transisi menuju dunia profesional merupakan masa yang penuh "cobaan" bagi para pesepak bola muda.

Dalam sesi wawancara di kanal Garuda TV, Zaki mengungkapkan keprihatinannya melihat banyak pemain potensial yang layu sebelum berkembang.

Baca Juga: Presiden Persita Ahmed Zaki Iskandar Targetkan Akselerasi Regenerasi Pemain Muda

Mantan Bupati Tangerang dua priode ini menilai, perbedaan atmosfer antara jenjang binaan dan kompetisi profesional menjadi tembok besar yang kerap gagal dilewati.

"Saat di kelompok umur, mereka masih bisa kita bimbing dan bina. Namun, ketika masuk jenjang U-20 menuju U-23, tantangannya jauh lebih berat karena mereka benar-benar masuk ke dunia profesional," kata Zaki.

Fondasi Mental Sejak Usia 16 Tahun

Zaki menjelaskan bahwa tantangan di level senior tidak hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga persaingan ketat dengan pemain seumur hingga pemain senior di klub.

Tekanan kompetisi ini menuntut ketahanan mental yang tidak bisa dibentuk secara instan.

Baca Juga: Persita Tembus Lima Besar, Target Zaki Iskandar di Putaran Pertama Terpenuhi

Guna mengantisipasi hal tersebut, ia menegaskan bahwa PSSI melalui manajemen kelompok umur mulai memperketat pembinaan sejak level U-16.

Pada usia ini, karakter pemain dinilai masih sangat mungkin untuk dibentuk, baik secara fisik maupun psikis.

"Pembinaan kelompok umur sangat penting, mulai dari fisik sampai mental. Kita lakukan itu mulai dari U-16 sebagai persiapan menyongsong usia 20 tahun tadi," jelasnya.

Konsistensi Sebagai Pembeda

Zaki juga mengingatkan bahwa peran federasi dan pelatih hanyalah sebagai penyedia fasilitas dan bimbingan. Keberhasilan akhir seorang pemain tetap bergantung pada dedikasi individu masing-masing.

Zaki berharap para pemain muda memiliki komitmen kuat untuk menjaga gaya hidup dan konsistensi latihan. Tanpa disiplin pribadi, talenta sebesar apa pun akan kalah oleh kerasnya persaingan industri sepak bola modern.

"Akhirnya kembali kepada pemain itu sendiri. Mereka harus berkomitmen dan konsisten dalam menghadapi persaingan jika ingin terus berkembang hingga level tertinggi," pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.