Zaki Iskandar: Pembinaan Mental Kunci Pemain Muda Tak Layu Sebelum Berkembang

AKURAT JAKARTA — Manajer Tim Nasional Indonesia kelompok umur, Ahmed Zaki Iskandar, memberikan catatan kritis terhadap fenomena banyaknya talenta muda sepak bola nasional yang kehilangan momentum saat beranjak dewasa.
Menurutnya, fase transisi menuju dunia profesional merupakan masa yang penuh "cobaan" bagi para pesepak bola muda.
Dalam sesi wawancara di kanal Garuda TV, Zaki mengungkapkan keprihatinannya melihat banyak pemain potensial yang layu sebelum berkembang.
Baca Juga: Presiden Persita Ahmed Zaki Iskandar Targetkan Akselerasi Regenerasi Pemain Muda
Mantan Bupati Tangerang dua priode ini menilai, perbedaan atmosfer antara jenjang binaan dan kompetisi profesional menjadi tembok besar yang kerap gagal dilewati.
"Saat di kelompok umur, mereka masih bisa kita bimbing dan bina. Namun, ketika masuk jenjang U-20 menuju U-23, tantangannya jauh lebih berat karena mereka benar-benar masuk ke dunia profesional," kata Zaki.
Fondasi Mental Sejak Usia 16 Tahun
Zaki menjelaskan bahwa tantangan di level senior tidak hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga persaingan ketat dengan pemain seumur hingga pemain senior di klub.
Tekanan kompetisi ini menuntut ketahanan mental yang tidak bisa dibentuk secara instan.
Baca Juga: Persita Tembus Lima Besar, Target Zaki Iskandar di Putaran Pertama Terpenuhi
Guna mengantisipasi hal tersebut, ia menegaskan bahwa PSSI melalui manajemen kelompok umur mulai memperketat pembinaan sejak level U-16.
Pada usia ini, karakter pemain dinilai masih sangat mungkin untuk dibentuk, baik secara fisik maupun psikis.
"Pembinaan kelompok umur sangat penting, mulai dari fisik sampai mental. Kita lakukan itu mulai dari U-16 sebagai persiapan menyongsong usia 20 tahun tadi," jelasnya.
Konsistensi Sebagai Pembeda
Zaki juga mengingatkan bahwa peran federasi dan pelatih hanyalah sebagai penyedia fasilitas dan bimbingan. Keberhasilan akhir seorang pemain tetap bergantung pada dedikasi individu masing-masing.
Zaki berharap para pemain muda memiliki komitmen kuat untuk menjaga gaya hidup dan konsistensi latihan. Tanpa disiplin pribadi, talenta sebesar apa pun akan kalah oleh kerasnya persaingan industri sepak bola modern.
"Akhirnya kembali kepada pemain itu sendiri. Mereka harus berkomitmen dan konsisten dalam menghadapi persaingan jika ingin terus berkembang hingga level tertinggi," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

