Jakarta

Manajer Timnas U-17 Zaki Iskandar: Penunjukan Kapten Libatkan Psikolog demi Karakter Kepemimpinan

Yusuf Doank | 15 Februari 2026, 10:06 WIB
Manajer Timnas U-17 Zaki Iskandar: Penunjukan Kapten Libatkan Psikolog demi Karakter Kepemimpinan

AKURAT JAKARTA — Manajer Timnas Indonesia U-17, Ahmed Zaki Iskandar, menekankan bahwa pemilihan sosok kapten bagi skuad Garuda Muda bukan perkara sembarangan.

Menurutnya, proses penentuan pemimpin di lapangan tersebut dilakukan secara mendalam dengan melibatkan tenaga ahli atau psikolog.

Dalam bincang-bincang di kanal Podcast Nusantara TV, Zaki menjelaskan bahwa penunjukan ban kapten sejak usia dini merupakan fondasi penting.

Baca Juga: Manajer Timnas U-17 Zaki Iskandar Tekankan Pentingnya Komunikasi Berisik di Lapangan

Hal ini bertujuan untuk mencari pemain yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

"Penunjukan ban kapten sejak usia muda itu penting. Kami melibatkan psikolog untuk melihat karakter yang memiliki kepemimpinan tinggi," ujar Zaki.

Lebih lanjut, Zaki memaparkan bahwa sosok kapten diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan pelatih di dalam lapangan.

Baca Juga: Presiden Persita Ahmed Zaki: Di Bawah Erick Thohir, PSSI Dukung Total Transformasi Liga

Kapten memiliki tugas krusial untuk menerjemahkan instruksi strategi menjadi aksi nyata sekaligus mengoordinasi rekan-rekan setimnya.

"Kapten harus bisa mengomunikasikan apa yang diinginkan pelatih kepada para pemain lainnya. Ini menjadi kunci agar strategi berjalan efektif," tuturnya.

Selain fokus pada kepemimpinan, manajemen Timnas U-17 juga menaruh perhatian besar pada kesehatan mental para pemain.

Zaki berkomitmen untuk menciptakan suasana tim yang kondusif agar para pemain muda tidak merasa terbebani secara berlebihan oleh ekspektasi publik.

"Di sisi lain, kami ingin pemain muda kita merasakan suasana tim yang tenang. Tidak ada tekanan (pressure) yang berlebihan," jelas Zaki.

Sebagai gantinya, tim manajemen menanamkan nilai tanggung jawab yang lebih personal dan mendalam.

Para pemain diingatkan bahwa mereka membawa harapan yang besar, tidak hanya bagi negara, tetapi juga bagi orang-orang terdekat mereka.

"Yang kita tanamkan adalah tanggung jawab sebagai pemain timnas. Bukan hanya sekadar membela Merah Putih, tetapi ada keluarga dan rekan-rekan yang harus dibanggakan. Nilai-nilai ini yang sedang pelan-pelan kita bangun," pungkasnya.

Langkah ini diharapkan mampu membentuk generasi pemain Timnas yang tidak hanya tangguh secara fisik, namun juga memiliki mentalitas juara dan rasa bangga yang besar terhadap identitas nasional.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y