Benjamin Netanyahu Mundur! Rahasia Kanker Prostat Terbongkar di Tengah Konflik Iran

AKURAT JAKARTA – Gejolak politik di Israel mencapai puncaknya setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada Minggu (26/4/2026).
Keputusan besar ini diambil Netanyahu menyusul kondisi kesehatannya yang kian merosot akibat penyakit kanker prostat yang dideritanya.
Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan saat pemimpin berusia 76 tahun itu masih menjalani rangkaian pengobatan radiasi intensif di Rumah Sakit Hadassah, Yerusalem.
Baca Juga: Donald Trump Jadi Target Utama Penembakan di Washington, Pelaku Bidik dari Jarak Dekat
Kronologi Diagnosa dan Operasi Rahasia
Berdasarkan data medis yang baru terungkap, Netanyahu sebenarnya telah menjalani operasi prostat sekitar satu setengah tahun silam.
Namun, pada Februari 2026, tim dokter menemukan adanya pertumbuhan tumor baru yang ganas, yang memaksa sang Perdana Menteri untuk kembali masuk ke meja perawatan intensif.
Menariknya, diagnosa kanker ini sempat dirahasiakan rapat-rapat dari publik selama dua bulan terakhir.
Netanyahu berdalih bahwa penundaan informasi tersebut merupakan langkah strategis demi menjaga keamanan nasional, terutama saat Israel tengah berada dalam puncak ketegangan militer dengan Iran.
"Saya meminta untuk menunda publikasi ini selama dua bulan agar tidak dirilis di tengah masa perang," ujar Netanyahu sebagaimana dikutip dari Associated Press.
Ia menegaskan bahwa langkah merahasiakan penyakitnya diambil untuk menangkal spekulasi negatif dan mencegah Iran menggunakan kondisi fisiknya sebagai alat propaganda.
Baca Juga: Netanyahu Akui Idap Kanker Prostat, Sebut Sembunyikan Fakta Medis demi Hindari Iran
Meski memutuskan mundur, tim medis yang menangani Netanyahu menunjukkan sikap optimis terkait peluang pemulihannya.
Direktur Unit Onkologi Rumah Sakit Hadassah, Aharon Popovster, menyatakan bahwa tumor tersebut ditemukan pada fase dini sehingga penanganan dapat dilakukan secara efektif.
"Berdasarkan temuan dan serangkaian tes, kami dapat menyatakan bahwa penyakit tersebut telah menghilang," ungkap Popovster.
Ia menambahkan bahwa saat ini Netanyahu telah memasuki masa remisi, meskipun faktor usia tetap menjadi pertimbangan utama dalam proses pemulihan jangka panjang.
Baca Juga: Dampak Konflik Iran-AS Kini Terasa, Harga BBM Resmi Naik
Dejavu Ariel Sharon: Pemimpin yang Tumbang oleh Penyakit
Keputusan mundurnya Netanyahu langsung memicu memori publik terhadap tragedi Ariel Sharon pada tahun 2005.
Kala itu, Sharon yang juga merupakan figur kuat Israel terpaksa mengakhiri masa jabatannya lebih cepat akibat serangan stroke parah yang membuatnya koma selama bertahun-tahun hingga wafat pada 2014.
Mundurnya Netanyahu kini menandai berakhirnya salah satu era kepemimpinan paling dominan dan kontroversial dalam sejarah Israel.
Dengan absennya Netanyahu, Israel kini bersiap menghadapi transisi kekuasaan di tengah situasi geopolitik Timur Tengah yang masih membara. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Valencia di La Liga, 16 September 2026: Ujian Berat Tim Juru Kunci di Mendizorroza
- 2Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di La Liga, 15 September 2026: Mampukah El Submaniro Amarillo Bangkit dan Raih Kemenangan Perdana?
- 3Prediksi Skor West Ham vs Fulham di Carabao Cup, 16 September 2026: Mampukah The Hammers Lanjutkan Tren Positif?
- 4Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia, 15 September 2026: Mampukah Grifone Hentikan Tren Buruk?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di La Liga, 16 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Krisis Pertahanan?
- 6Prediksi Skor Como vs Parma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Tim Asuhan Cesc Fabregas Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Leeds United vs Newcastle United di Premier League, 15 September 2026: Mampukah The Whites Hentikan Rekor The Magpies?
- 8Prediksi Skor Torino vs AS Roma di Serie A, 14 September 2026: Mampukah Toro Menghentikan Laju Giallorossi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







