Jakarta

Pakar Sebut Visi Ekonomi Prabowo-Gibran Bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Ainun Kusumaningrum | 21 Desember 2023, 06:35 WIB
Pakar Sebut Visi Ekonomi Prabowo-Gibran Bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

AKURAT JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran optimis bahwa delapan program inti yang mereka usung akan menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai target 7 persen.

Hal ini ditegaskan oleh anggota Dewan Pakar TKN, Drajad Hari Wibowo, dalam acara "Your Money Your Vote" di CNBC Indonesia, Rabu, 15 November 2023.

Delapan program yang dijuluki sebagai "hasil terbaik cepat" ini mencakup berbagai sektor penting. Program-program ini meliputi peningkatan sektor pertanian, implementasi kartu kesejahteraan.

Kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), pembangunan desa dan pemberian bantuan tunai, pendirian badan penerimaan negara, serta pemberian makan siang dan susu gratis untuk anak-anak Indonesia.

"Di beberapa kesempatan saya ditanya bagaimana mewujudkan target Prabowo-Gibran 6-7%, ini salah salah satunya, karena ini akan menggelontorkan dana yang sangat besar kepada ekonomi domestik," kata anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Drajad Hari Wibowo dalam acara Your Money Your Vote di CNBC Indonesia, Rabu (15/11/2023).

Drajad mencontohkan pemberian makan siang dan susu gratis sebagai salah satu inisiatif yang dapat secara signifikan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Program ini, yang ditargetkan untuk mencakup sekitar 82,9 juta anak, diharapkan akan memberikan stimulasi besar kepada sektor peternakan lokal, serta koperasi dan sentra produksi susu di Indonesia.

Menurut Drajad, dampak pertumbuhan ekonomi dari program ini tidak hanya terbatas pada distribusi susu gratis, tetapi juga pada pemberdayaan peternak lokal dan pengembangan koperasi. Ini akan menciptakan efek domino yang mempercepat perputaran ekonomi.

Selain itu, Drajad juga menyebut beberapa program unggulan lainnya yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dengan cepat, seperti pembangunan sekolah unggul, rumah sakit, program kartu kesejahteraan, rumah murah, peningkatan produktivitas lahan pertanian, serta pembentukan badan penerimaan negara.

Khusus untuk badan penerimaan negara, Drajad yakin bahwa langkah ini dapat meningkatkan pemasukan negara hingga mencapai 23% dari Produk Domestik Bruto, naik signifikan dari angka saat ini yang hanya 12%.

Dengan penerapan delapan program strategis ini, TKN Prabowo-Gibran menunjukkan keyakinan mereka untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menggenjot kesejahteraan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Prabowo Tekankan Perekonomian Berasaskan Kekeluargaan

Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menyerukan kepada para pedagang tradisional untuk mewaspadai sistem pasar bebas.

Dalam pertemuan dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang pada 19 Desember 2023, Prabowo menekankan pentingnya perekonomian yang berpihak pada kekeluargaan, sesuai dengan visi para pendiri bangsa Indonesia yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945. Prabowo berpendapat bahwa hanya dengan perekonomian kekeluargaan yang berfokus pada rakyat, Indonesia dapat mencapai kesejahteraan.

Prabowo juga mengakui peran vital pedagang pasar tradisional sebagai penghubung antara produsen di pedesaan, seperti petani dan nelayan, dengan masyarakat luas. Selain itu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, Ahmad Muzani, menambahkan bahwa Prabowo berkomitmen untuk memanfaatkan jabatannya, jika terpilih, untuk mendukung ekonomi kerakyatan.

Pada awal November 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada 4,94% secara year-on-year pada kuartal ketiga tahun 2023, dengan pertumbuhan kumulatif tahunan sebesar 5,05%. Pertumbuhan pada kuartal ketiga ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, sebuah pola yang umum terjadi kecuali pada tahun 2020 selama pandemi Covid-19.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.