Jakarta

Ini Dia 212 Merek Beras Premium yang Diduga Dioplos dan Dijual di Minimarket

Titania Isnaenin | 14 Juli 2025, 20:48 WIB
Ini Dia 212 Merek Beras Premium yang Diduga Dioplos dan Dijual di Minimarket

 

 

AKURAT JAKARTA - Menteri Pertanian, Amran Sulaiman ungkap sebanyak 212 merek beras diduga melakukan tindak pengopolosan dan pelanggaran standar mutu.

Dalam temuan ini, Amran menyebut Kementerian Pertanian bersama satgas polri berhasil melakukan pemeriksaan ke lapangan.

Menurut hasil temuan tersebut modus yang digunakan perusahaan sangat beragam.

Baca Juga: Mulai Berjalan Hari Ini, Sekolah Rakyat Beri Harapan Anak Keluarga Miskin untuk Mengenyam Pendidikan

Yang tentunya, hal ini sangat merugikan konsumen secara kualitas sekaligus kerugian ekonomi hingga mencapai Rp99 triliun per tahun.

Ini seperti menjual emas 18 karat tapi dibilang 24 karat. Padahal harganya jelas beda. Konsumen kita dirugikan hampir Rp100 triliun,” kata Amran.

Menurutnya, merek beras tersebut terbukti tidak memenuhi standar berat kemasan, komposisi dan labelisasi.

Baca Juga: Digelar 14 Hari Kedepan, Operasi Patuh Akan Menyasar Pengemudi di Bawah Umur

Seperti beberapa merek tercatat menawarkan kemasan 5 kilogram (kg) namun secara isi hanya 4,5 kg.

Bahkan beberapa ditemukan klaim beras "premium" namun hanya berkualitas standar.

Amran juga menambahkan bahwa beras-beras yang dimaksud rupanya beredar di minimarket dan supermarket.

“Iya, beredar. Supermarket beredar. Itu kami ambil sampel dari sana semua,” ujarnya.

Beberapa merek belakangan diketahui ditarik dari peredaran setelah Amran membongkar modus beras oplosan tersebut.

Melalui konferensi pers, Kementerian Pertanian akhirnya mengungkap merek beras yang diduga dilakukan pengoplosan, berikut diantaranya:

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, Pajero Remuk Tak Berbentuk, 3 Penumpang Tewas Diduga Sopir Ngantuk

1. Sania, Sovia, Fortune, dan Siip diproduksi oleh Wilmar Group.

2. Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, Setra Pulenmilik Food Station Tjipinang Jaya.

3. Raja Platinum, Raja Ultima – milik PT Belitang Panen Raya.

4. Ayana – diproduksi oleh PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group). (*)

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.