Hal yang Bikin Generasi Z Betah di Tempat Kerja

AKURAT.CO - Setiap orang pasti ingin mendapatkan pekerjaan yang nyaman dan membuat pribadi kita menjadi berkembang.
Berbicara kerjaan, gaji dan tunjangan/bonus yang besar ternyata tidak selalu bisa menjamin seseorang dapat bertahan lama di tempat.
Bagi generasi Z khususnya, dalam bekerja work life belance menjadi salah satu poin utama yang diperhatikan agar kesehatan mental tetap terjaga.
Baca Juga: Gen Z Indonesia Peduli Apa yang Terjadi di Dunia, Termasuk Politik
So, selain itu apa aja sih hal yang bikin generasi Z betah di tempat kerja?
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang bikin generasi Z betah di tempat kerja:
1. Lingkungan Kerja yang Nyaman
Lingkungan kerja yang nyaman tentu akan membuat karyawan betah di kantor.
Baca Juga: Ini yang Biasa Dilakukan Gen Z Saat Mendapat Gaji Pertama, Kalau Kalian Bagaimana?
Lingkungan yang nyaman meliputi dari suasana kantor yang nyaman dengan fasilitas yang bisa menunjang produktivitas karyawan.
2. Culture Kerja yang Baik
Culture kerja yang baik, misalnya memiliki rekan kerja yang menyenangkan, mudah diajak koordinasi, saling support, dan mengerti kondisi mau menolong saat kamu butuh bantuan.
Dalam hal culture kerja, tidak hanya rekan kerja, namun atasan juga memiliki peran yang krusial.
Misal, atasan harus paham akan kondisi bawahan dan memberi kesempatan untuk karyawan berpendapat serta berkembang mempelajari banyak hal.
Baca Juga: Pria Nekat Lompat dari Fly Over Jatipulo, Tewas Gak?
3. Kerja Fleksibel
Bisa kerja dimana saja menjadi sebuah privilege sekaligus impian buat generasi Z.
Kerja di kantor cukup membosankan, bahkan bisa menyebabkan stress karena vibes kantor yang monoton.
Dengan work from anywhere (WFA), generasi Z bisa lebih santai dalam bekerja tanpa harus ke kantor, namun kerjaan selesai dan target tercapai.
4. Work Life Balance
Setiap orang pasti ingin memiliki kehidupan yang seimbang antara karir dan hal yang bersifat individu.
Bagi generasi Z, work life belance ini sangat penting di tengah gempuran tekanan dari internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi kesehatan mental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AS Monaco vs RC Lens di Ligue 1, 19 September 2026: Mampukah Les Monegasques Pertahankan Tren Positif?
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Elche di La Liga, 19 September 2026: Misi Los Pericos Bangkit di Kandang
- 3Prediksi Skor Monza vs Sassuolo di Serie A, 19 September 2026: Mampukah Biancorossi Hentikan Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Premier League, 19 September 2026: Duel Ketat Dua Tim Papan Tengah di Hill Dickinson
- 5Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Premier League, 19 September 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 6Prediksi Skor Nottingham Forest vs Coventry City di Premier League, 19 September 2026: Mampukah The Sky Blues Hentikan Tren Buruk?
- 7Prediksi Skor Osasuna vs Rayo Vallecano di La Liga, 19 September 2026: Duel Dua Tim dengan Tujuh Poin di El Sadar
- 8Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs Freiburg di Bundesliga, 19 September 2026: Ujian Berat bagi Tuan Rumah
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!



