Waduh, Ini Alasan Generasi Z Memilih Menganggur

AKURAT.CO - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Randstad Workmonitor pada 2022 menyebut bahwa 40 persen generasi Z lebih memilih menganggur daeipada bekerja tapi tidak bahagia dan pekerjaan yang dilakoni tidak disukai.
Penelitian lain menyebut bahwa 56 persen pegawai usia 18 sampai 24 tahun lebih memilih resign dari perusahaan daripada bekerja yang membuat hidupnya tidak nyaman.
Lantas apa sih yang membuat generasi Z lebih memilih menganggur daripada kerja?
Baca Juga: Manfaat Buah Naga untuk Kecantikan
Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa alasan generasi Z lebih memilih untuk menganggur:
1. Ketidaksesuaian keterampilan
Perubahan cepat dalam teknologi dan pasar kerja telah mengakibatkan pergeseran dalam permintaan keterampilan.
Beberapa Generasi Z mungkin menghadapi kesulitan menemukan pekerjaan jika keterampilan mereka tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh pasar kerja saat ini.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Jati Padang dan Persitiwa Kebakaran Besar
2. Persaingan yang ketat
Generasi Z bersaing dengan anggota generasi sebelumnya, seperti Generasi Y, di pasar kerja.
Persaingan yang ketat ini dapat membuat sulit bagi beberapa individu untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka.
Baca Juga: Apes, Ketahuan Bawa Ganja di Bungkus Rokok saat Operasi
3. Pilihan Pendidikan
Beberapa generasi Z mungkin memilih untuk fokus pada pendidikan mereka lebih lama, seperti mengejar gelar sarjana atau tingkat pendidikan tinggi lainnya, sebelum mencari pekerjaan. Hal ini dapat mengakibatkan masa menganggur sementara.
4. Ketidakpastian ekonomi
Peristiwa global seperti resesi ekonomi atau pandemi COVID-19 dapat menghambat peluang pekerjaan bagi anggota Generasi Z.
Ketidakpastian ekonomi dapat membuat perusahaan enggan merekrut atau memberikan kontrak jangka panjang.
5. Preferensi pekerjaan yang berbeda
Beberapa anggota Generasi Z mungkin memiliki preferensi yang berbeda tentang pekerjaan dan gaya hidup.
Mereka mungkin lebih tertarik pada pekerjaan sementara, pekerjaan lepas, atau pekerjaan yang lebih fleksibel yang memungkinkan mereka untuk mengejar hobi, bepergian, atau mengembangkan keterampilan lain di luar pekerjaan tradisional.
6. Kesejahteraan mental
Faktor-faktor seperti stres, kecemasan, dan masalah kesehatan mental dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk mencari dan mempertahankan pekerjaan.
Beberapa generasi Z mungkin memilih untuk menganggur sementara untuk fokus pada pemulihan dan kesejahteraan mental mereka.di semakin penting bagi generasi ini.
7. Kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan
Kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan yang berbeda di berbagai negara juga dapat memengaruhi tingkat pengangguran di antara Generasi Z.
Faktor seperti tingkat upah minimum, dukungan pekerja, dan akses ke layanan penempatan kerja juga memainkan peran penting.
8. Ketidakpastian Masa Depan
Generasi Z mungkin menghadapi ketidakpastian tentang masa depan, termasuk masalah lingkungan, politik, dan sosial.
Hal ini dapat memengaruhi motivasi mereka untuk mencari pekerjaan yang berkelanjutan.
Kendati demikian, masih banyak dari generasi Z yang aktif dalam mencari pekerjaan atau mengejar pendidikan dan pelatihan tambahan untuk meningkatkan peluang mereka di pasar kerja.
Jadi, mulai sekarang yuk lebih semangat untuk berkarir dan menggapai masa depan demi membuat sebuah perubahan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






