Jakarta

Ciri-ciri Toxic Relationships, Gen Z Jangan Sampai Terlena!

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 16 September 2023, 18:37 WIB
Ciri-ciri Toxic Relationships, Gen Z Jangan Sampai Terlena!

AKURAT.CO - Saat jatuh cinta atau dibalut kasmaran, seseorang pasti bisa dibutakan cinta atau diperbudak cinta (cinta) karena perasaan bahagia.

Saking bucinnya, seseorang sampai tak sadar mungkin mereka sedang terjebak toxic relationships.

Apalagi bagi gen Z, toxic relationships sangat rentan terjadi namun tak jarang itu tidak disadari.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan, Bupati Zaki Resmikan Klinik Korpri Gemilang

Toxic relationships adalah hubungan yang merugikan, tidak sehat, dan berpotensi merusak kesejahteraan fisik dan emosional seseorang.

Berikut beberapa ciri-ciri utama dari hubungan toksik, meliputi:

1. Kekerasan fisik atau verbal

Ini adalah tanda paling serius dari hubungan toksik. Kekerasan fisik termasuk kekerasan fisik yang nyata, sementara kekerasan verbal mencakup penghinaan, ancaman, dan pelecehan verbal.

Baca Juga: Resep Masakan Ayam Sambal Kemangi, Rasanya Enak Mudah Dibuat di Rumah

2. Pemaksaan atau kontrol

Salah satu pasangan dalam hubungan ini mungkin mencoba untuk mengendalikan dan memaksa pasangan yang lain untuk melakukan sesuatu yang mereka tidak ingin lakukan.

Ini bisa termasuk pengendalian keuangan, mengisolasi pasangan dari teman-teman dan keluarga, atau memaksa pasangan untuk melakukan aktivitas yang tidak mereka setujui.

Baca Juga: Mengenal Musik Indie, Musik yang Disukai Generasi Z dan Generasi Milenial

3. Manipulasi emosional

Dalam hubungan toksik, seringkali terdapat taktik manipulasi emosional. Pasangan yang toksik dapat mencoba memanipulasi perasaan dan pikiran pasangan mereka untuk mendapatkan keinginan mereka.

4. Ketidakseimbangan kekuasaan

Hubungan yang sehat seharusnya memiliki keseimbangan kekuasaan yang seimbang antara kedua pasangan.

Dalam hubungan toksik, salah satu pasangan sering kali memiliki kontrol yang tidak seimbang, dan ini bisa sangat merugikan bagi yang lain.

5. Ketidakseimbangan dalam memberikan dan menerima

Dalam hubungan yang sehat, pasangan mendukung satu sama lain dan memberikan dukungan emosional.

Dalam hubungan toksik, satu pasangan mungkin selalu membutuhkan perhatian dan dukungan, sedangkan yang lainnya terus memberikan tanpa menerima dukungan yang sama.

6. Dampak negatif terhadap kesehatan

Hubungan beracun dapat merusak kesehatan fisik dan mental kamu. Kamu mungkin merasa stres, depresi, atau memiliki masalah kesehatan fisik akibat stres konstan.

7. Kekerasan seksual atau pelecehan

Ini mencakup tindakan-tindakan seksual yang dilakukan tanpa izin atau dengan paksaan. Ini adalah tanda serius dari hubungan toksik dan perlu segera ditangani.

8. Tidak ada komunikasi yang sehat

Komunikasi yang buruk atau bahkan tidak ada komunikasi sama sekali bisa menjadi ciri dari hubungan toksik.

Ketika masalah tidak dapat diungkapkan atau diselesaikan dengan baik, itu dapat mengarah pada ketegangan yang lebih besar.

9. Perasaan terperangkap atau terisolasi

Dalam hubungan toksik, kamu mungkin merasa terperangkap dan tidak dapat meninggalkan hubungan tersebut.

Pasangan toksik mungkin mencoba mengisolasi kamu dari teman-teman dan keluarga, sehingga sulit bagi kamu untuk mencari dukungan dari luar.

Ini bisa disebabkan oleh rasa takut, ketergantungan emosional, atau manipulasi dari pasangan toksik.

10. Tidak menghormati batas pribadi

Pasangan yang toksik mungkin tidak menghormati batas pribadi kamu.

Mereka mungkin mencoba memaksa kamu melakukan hal-hal yang tidak ingin lakukan atau tidak menghargai keinginan dan preferensi kamu.

Jika kamu mengalami beberapa atau bahkan semua dari ciri-ciri ini dalam hubunganmu, segera komunikasi dengan seseorang dan cari dukungan.

Jangan sampai hubungan toksik merusak kesejahteraan kamu secara fisik dan emosional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.