Jakarta

Menguak Asal Usul Unik Nama-Nama Jalan di Jakarta: Dari Warung Buncit hingga Glodok

Zainal Abidin | 19 Mei 2025, 09:30 WIB
Menguak Asal Usul Unik Nama-Nama Jalan di Jakarta: Dari Warung Buncit hingga Glodok

AKURAT JAKARTA - Jakarta bukan hanya sekedar ibu kota yang menjadi tempat tujuan wisata dan dipenuhi gedung pencakar langit dan kemacetan lalu lintas.

Banyak nama jalan di Jakarta yang terdengar nyentrik, bahkan aneh di telinga generasi sekarang.

Namun siapa sangka, di balik nama-nama tersebut tersimpan sejarah lokal yang kaya makna.

Baca Juga: Hindari Harga Selangit! Simak Cara Cerdas Beli Tiket Pesawat Murah untuk Long Weekend Akhir Mei Nanti

Berikut adalah beberapa nama jalan unik di Jakarta:

1. Jalan Warung Buncit

Nama Warung Buncit ini berasal dari sebuah warung kelontong milik seorang Tionghoa yang dikenal bertubuh tambun.

Baca Juga: Long Weekend Akhir Mei ke Singapura? Mulai Rp470 Ribuan Saja, Ini Pilihan Tiket Termurah ke Negeri Singa dari Jakarta!

Warung ini menjadi penanda penting di kawasan tersebut. Penduduk sekitar dulu menyebutnya "Warung Bun Tjit", merujuk pada si pemilik.

Seiring waktu, pelafalan masyarakat berubah menjadi "Warung Buncit"—nama yang kini melegenda sebagai salah satu ruas jalan paling ramai di Jakarta Selatan.

2. Jalan Lebak Bulus

Baca Juga: Libur Panjang 29 Mei-1 Juni 2025, Inilah 5 Ide Seru untuk Menciptakan Long Weekend yang Berkesan!

Nama ini merupakan gabungan dua kata dalam bahasa Sunda: lebak yang berarti lembah dan bulus, yaitu sejenis kura-kura air tawar.

Masyarakat percaya bahwa daerah ini dulunya adalah sebuah lembah yang menjadi habitat alami kura-kura.

3. Jalan Tanah Abang

Baca Juga: Pariwisata Indonesia Bangga! Museum SAKA Bali Dinobatkan Jadi Yang Terindah di Dunia

Kata abang berasal dari bahasa Jawa yang berarti merah.

Dinamakan Tanah Abang dikarenakan warna tanah di wilayah ini kemerahan.

Sejak era kolonial, Tanah Abang dikenal sebagai pusat perdagangan.

Baca Juga: PIK Bakal Jadi Magnet Baru Generasi Muda Ibu Kota, Geser Dominasi Jakarta Selatan?

Kini, Tanah Abang menjadi ikon perbelanjaan tekstil terbesar di Asia Tenggara.

4. Jalan Glodok

Kawasan pecinan yang satu ini terkenal sebagai pusat elektronik.

Baca Juga: Festival Gelar Budaya Hari Nelayan di Palabuhanratu 2025: Ada Pentas Dangdut Pesisir hingga Wayang Golek Bersama Bapak Aing, Simak Jadwal Lengkapnya!

Nama Glodok berasal dari bunyi "grojok", suara air jatuh dari pancuran di dekat penampungan air dari Kali Ciliwung.

Karena sulit diucapkan, warga Tionghoa menyederhanakannya menjadi “Glodok”, dan nama ini bertahan hingga kini.

5. Jalan Mbah Priok

Baca Juga: Wajah Baru Museum Wayang di Taman Sari Jadi Bukti Nyata Komitmen Pemprov DKI Jakarta Tingkatkan Daya Tarik Wisata Sejarah

Nama ini mengacu pada tokoh ulama dan penyebar Islam bernama Habib Hasan bin Muhammad al-Haddad, yang dikenal sebagai Mbah Priok.

Nama Mbah Priok diabadikan sebagai jalan dan pelabuhan di utara Jakarta.

Dari warung sederhana, suara air, hingga tanah berwarna merah, nama-nama jalan ini adalah potongan mozaik sejarah Jakarta.

Baca Juga: Bendungan Dekat Jakarta Ini Jadi Terbesar Ketiga di Indonesia, Luasnya 2 Ribu Hektar Lebih, Jadi Tempat Wisata Baru yang Indah, Cek Lokasinya!

Mereka menjadi saksi bisu bagaimana kota ini tumbuh, berubah, dan tetap memelihara jejak masa lalu di tengah modernisasi.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.