Ubud Tembus 10 Besar Kota Terbaik Dunia, Ini Daya Tariknya di Mata Wisatawan Internasional

AKURAT JAKARTA - Nama Ubud kembali harum di kancah internasional.
Dalam daftar Top Cities in the World 2025 versi Travel and Leisure, Ubud berhasil menempati posisi ke-9 dari total 25 kota terbaik dunia.
Ini merupakan pencapaian membanggakan karena Ubud berhasil menyalip kota-kota bersejarah dan ikonik seperti Granada (peringkat 13) dan Istanbul (peringkat 14).
Baca Juga: Bukan untuk Penakut! Ini 5 Wahana Dufan Paling Ekstrem dan Bikin Sport Jantung
Travel and Leisure, sebuah majalah dan situs perjalanan terkemuka asal New York, menyusun daftar ini berdasarkan penilaian pembacanya terhadap berbagai aspek.
Mulai dari daya tarik wisata, akomodasi, kuliner, keramahan penduduk, hingga suasana kota yang berkesan.
Ubud mendapatkan skor tinggi sebesar 90,48 yang menunjukkan betapa disukainya kota ini oleh wisatawan dunia.
Baca Juga: Dibayar untuk Masak dan Menemani, Ini Kisah Para Nenek di Jepang yang Menginspirasi
Daya tarik utama Ubud terletak pada suasana alamnya yang tenang dan asri.
Dikelilingi sawah, hutan, dan perbukitan, kota ini menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Salah satu contoh akomodasi yang mencerminkan keunikan Ubud adalah Anantara Ubud Bali Resort, yang menghadirkan pengalaman menginap damai jauh dari hiruk pikuk kota.
Baca Juga: Bikin Anak Betah! Ini 5 Playground di Jakarta yang Super Seru
Tak hanya itu, Ubud juga dikenal dengan kekayaan budayanya yang masih lestari.
Kamu bisa menemukan galeri seni, pertunjukan tari tradisional, hingga kelas yoga di tengah alam.
Kombinasi inilah yang membuat banyak wisatawan merasa "pulang" setiap kali mengunjungi Ubud.
Masuknya Ubud dalam 10 besar kota terbaik dunia ini sekaligus menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata kelas dunia.
Ubud bukan sekadar destinasi, tapi cerminan nilai, budaya, dan keindahan yang autentik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









