Jakarta

Masjid Tjia Khang Hoo: Harmoni Budaya Betawi dan Tionghoa di Jakarta Timur

Anggerhana Denni Rahmawati | 8 Agustus 2025, 18:03 WIB
Masjid Tjia Khang Hoo: Harmoni Budaya Betawi dan Tionghoa di Jakarta Timur

AKURAT JAKARTA - Di kawasan Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, berdiri sebuah bangunan unik yang mencuri perhatian.

Sekilas tampak seperti kelenteng, namun ternyata bangunan tersebut adalah sebuah masjid.

Bangunan tersebut adalah Masjid Tjia Khang Hoo, sebuah rumah ibadah yang merepresentasikan akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa dengan kental dan harmonis.

Baca Juga: Sehari Menyusuri Cikini: 6 Destinasi Warisan Sejarah dan Kuliner Legendaris Jakarta

Terletak di Jalan H. Soleh RT 002/RW 07, masjid ini terkenal sebagai simbol toleransi serta bukti sejarah hidup seorang keturunan Tionghoa bernama Tjia Khang Hoo.

Cerita ini dimulai dari perjumpaan antara Tjia Kang Hoo, seorang keturunan Tionghoa yang tinggal di kawasan Pekayon, dengan seorang perempuan asal Betawi.

Kemudian mereka akhirnya menikah, dan Tjia Khang Hoo pun memeluk agama Islam serta mengganti namanya menjadi Abdul Soleh.

Baca Juga: Menikmati Nuansa Belanda di Jakarta: 6 Kafe dan Restoran Bergaya Vintage yang Wajib Dikunjungi

Dari latar belakang sejarah itulah kemudian didirikan masjid yang memadukan unsur budaya nenek moyangnya dengan ajaran Islam yang dianutnya.

Desain arsitektur Masjid Tjia Khang Hoo merepresentasikan perpaduan budaya tersebut.

Di bagian atap terdapat lima pagoda yang melambangkan lima rukun Islam.

Baca Juga: Menjelajahi Hidden Gem di Tangerang: Alternatif Liburan Singkat yang Menyegarkan

Gapura bergaya paifang, pagar batu berukir khas Tionghoa, serta warna merah dan emas yang mendominasi interiornya mencerminkan kekayaan budaya Tionghoa yang sarat makna—seperti keberuntungan, kemakmuran, dan panjang umur.

Uniknya, di tengah ornamen khas Tionghoa, terdapat elemen-elemen Islami seperti lafaz "Allah" di puncak pagoda, 99 Asmaul Husna berwarna emas di dinding dalam, serta lafaz “Allah” dan “Muhammad” di mihrab yang dihiasi motif awan xiangyun—simbol keberuntungan dalam budaya Tionghoa.

Tidak hanya itu, budaya Betawi juga terlihat dari penggunaan lisplang bermotif gigi balang pada bagian atap masjid.

Baca Juga: Restoran Seminyak Terbaik yang Wajib Kamu Coba untuk Makan Malam

Keunikan desain ini menjadikan Masjid Tjia Khang Hoo bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi dan budaya yang menarik.

Selain berfungsi sebagai tempat salat, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, tempat belajar-mengajar, hingga perayaan hari besar Islam.

Menariknya, saat perayaan Tahun Baru Imlek, area sekitar masjid turut dihiasi lampion dan ornamen khas Imlek, menunjukkan bagaimana masjid ini turut menjaga kearifan lokal dan semangat kebersamaan lintas budaya.

Baca Juga: Menelusuri Pesona Kota Tua Jakarta: 8 Tempat Wisata Terbaik yang Wajib Dikunjungi

Masjid Tjia Khang Hoo bukan hanya simbol spiritual, tetapi juga jembatan antara dua budaya besar yang hidup berdampingan dengan damai di Jakarta.

Sebuah warisan sejarah yang patut dijaga dan dikenalkan kepada generasi masa kini.(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.