Jakarta

Kuliner Indonesia: Tanpa Michelin Star, Tetap Mendunia dengan Cita Rasa

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 September 2025, 18:10 WIB
Kuliner Indonesia: Tanpa Michelin Star, Tetap Mendunia dengan Cita Rasa

AKURAT JAKARTA - Wisata kuliner kini tidak lagi sebatas mencari makanan yang enak, melainkan juga berburu pengalaman berkelas dunia.

Salah satu standar internasional yang sering dijadikan patokan adalah Michelin Star, penghargaan bergengsi yang menandakan kualitas sebuah restoran.

Namun hingga kini, Indonesia belum memiliki restoran yang menyandang bintang Michelin.

Baca Juga: JKT48 hingga Dikta Wicaksono Bakal Meriahkan Jak-Japan Matsuri 2025 di GBK Senayan Akhir September Ini, Harga Tiket Mulai Rp 50 Ribu

Hal ini bukan berarti kuliner Indonesia tidak layak mendapat pengakuan.

Penyebab utamanya adalah Michelin Guide belum merambah Indonesia.

Restoran hanya bisa dinilai jika berada di kota atau negara yang termasuk dalam cakupan Michelin, seperti Singapura, Bangkok, Tokyo, atau Seoul.

Baca Juga: Mengenal Pariwisata Gastronomi di Indonesia yang Bukan Sekadar Kulineran Biasa

Selain itu, untuk mendapatkan penilaian Michelin, restoran ataupun pemerintah dari suatu negara harus melalui kerja sama resmi dengan pihak Michelin

Harga lisensi kerja sama ini berkisar antara 750.000 dolar AS hingga 1.500.000 dolar AS per tahun tergantung pada kesepakatan bersama.

Hingga saat ini, Indonesia belum pernah menjalin kerja sama resmi dengan Michelin sehingga belum ada restoran yang memperoleh bintang bergengsi tersebut.

Baca Juga: Resmi Terbang, Penerbangan Perdana Jember–Jakarta Buka Peluang Baru

Meskipun di kota-kota besar di Indonesia kaya akan restoran dengan kualitas internasional, hal itu belum menjadi bagian dari daftar tersebut.

Kehadiran Michelin Guide sendiri membutuhkan investasi besar serta kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga ekspansinya tidak merata di seluruh dunia.

Meski belum tercatat dalam Michelin Guide, Indonesia memiliki kekuatan gastronomi yang membanggakan.

Baca Juga: Wisata Edukatif Tanpa Biaya: 4 Museum Gratis Paling Underrated di Jakarta

Kekayaan rempah Nusantara menghadirkan hidangan-hidangan khas yang telah mendunia, seperti rendang yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia, nasi goreng yang masuk daftar favorit global, hingga sate dan soto dengan ragam variasinya.

Selain itu, sejumlah restoran Indonesia juga berhasil menembus daftar Asia’s 50 Best Restaurants, membuktikan kualitas kuliner Nusantara tak kalah bersaing di tingkat internasional.

Wisata kuliner di Indonesia bahkan berkembang menjadi wisata gastronomi.

Baca Juga: Hiburan Gratis! Banjoewangi Tempo Doeloe Bakal Hadir di Plataran Kantor Dinas Kebudayaan pada 23–25 September 2025, Cek Rangkaian Acaranya

Konsep ini bukan hanya soal mencicipi makanan, melainkan juga memahami budaya dan sejarah di balik setiap hidangan.

Dari proses memasak, filosofi rasa, hingga interaksi dengan masyarakat lokal, semua menghadirkan pengalaman utuh yang sulit ditemukan di tempat lain.

Dengan warisan kuliner yang beragam, Indonesia sesungguhnya sudah memiliki "bintang" tersendiri.

Baca Juga: Pameran Seni Rupa Kontemporer Art Jakarta 2025 Bakal Digelar di JIExpo Kemayoran Awal Oktober, Menghadirkan 75 Seniman dari 16 Negara

Meskipun belum diakui oleh Michelin, kekayaan gastronomi Nusantara tetap menjadi daya tarik yang layak dibanggakan dan terus menarik minat wisatawan mancanegara. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.