Gunung Rinjani Tutup Sementara Agustus Nanti, Cek Dulu 5 Jalur Pendakian yang Kena Dampaknya

AKURAT JAKARTA - Gunung Rinjani yang menjulang megah di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, selama ini menjadi destinasi impian bagi banyak pendaki.
Namun, bagi kamu yang berencana naik gunung ini awal Agustus 2025, perlu mencatat bahwa enam jalur resmi pendakian akan ditutup sementara.
Penutupan jalur berlaku mulai 1 sampai 10 Agustus 2025, berdasarkan keputusan resmi BTNGR dalam surat nomor PG.5/T.39/TU/KSA.04.01/B/07/2025.
Baca Juga: Salju Tipis di Bromo Tak Selalu Indah, Cantik di Kamera tapi Bikin Petani Merugi
Penutupan dilakukan secara berkala untuk pemeliharaan fasilitas dan pengecekan jalur.
Tak hanya itu, penutupan sementara ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi penanganan kecelakaan wisatawan yang terjadi sebelumnya pada 18 Juli 2025.
Kepala BTNGR, Yarman, menyatakan bahwa tindakan ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pendaki, serta menjaga kelestarian lingkungan di kawasan taman nasional tersebut.
Baca Juga: La Vela, Destinasi Bergaya Eropa Terbaru di Jakarta yang Instagramable
Berikut 6 jalur resmi yang ditutup sementara:
1. Via Sembalun
Jalur populer dengan pemandangan padang rumput, savana, dan Danau Segara Anak dari Pelawangan Sembalun.
Namun, trek ke puncak cukup berat dan berdebu.
2. Via Senaru
Jalur berhutan lebat, cocok untuk pendaki pemula.
Medan menuju Pelawangan Senaru cukup menantang dengan bebatuan dan pasir.
3. Via Aik Berik
Cocok bagi kamu yang butuh akses air karena sumber air melimpah.
Pemandangan perkebunan dan Danau Segara Anak jadi daya tarik utamanya.
Baca Juga: Menjelajah Jakarta dari Ketinggian: Pengalaman Seru di Open Top Tour of Jakarta
4. Via Timbanuh
Menawarkan panorama kawah dan Gunung Baru Jari.
Jalur ini lebih curam dan sebaiknya menggunakan jasa pemandu jika ingin ke danau.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Tiket ke Jepang Hanya Rp3 Jutaan di HSBC ANA Travel Fair 2025
5. Via Torean
Disebut sebagai “Jurassic World”-nya Rinjani karena pemandangannya yang eksotis dan jalur yang ekstrem.
Selama masa penutupan, pendaki diminta untuk tidak memaksa masuk ke jalur yang dilarang demi keselamatan diri sendiri dan pelestarian alam.
Kamu bisa menggunakan waktu ini untuk merencanakan pendakian di waktu yang lebih tepat atau menjelajahi destinasi alternatif di sekitar Lombok. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di UNL, 25 September 2026: Duel Perdana yang Sulit Diprediksi
- 2Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 3Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 4Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 5Prediksi Skor Andorra vs Malta di UNL, 24 September 2026: Mampukah Tim Tamu Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan?
- 6Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit?
- 7Prediksi Skor Austria vs Israel di UNL, 25 September 2026: Tuan Rumah Bidik Awal dengan Kemenangan
- 8Prediksi Skor Hungaria vs Ukraina di UNL, 26 September 2026: Duel Ketat di Budapest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







