Jangan Dulu Naik Gunung Gede, Jalur Masih Ditutup meski Kebakaran Sudah Padam

AKURAT JAKARTA - Jalur pendakian Gunung Gede belum juga dibuka meski api yang sebelumnya membakar sejumlah titik di kawasan tersebut telah dinyatakan padam.
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) justru kembali memperpanjang penutupan akses pendakian hingga 31 Agustus 2026.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa padamnya api belum otomatis membuat kawasan dinyatakan aman untuk dikunjungi.
Petugas masih harus memastikan kondisi kawasan pascakebakaran benar-benar siap sebelum aktivitas pendakian kembali diperbolehkan.
Kepala Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, mengatakan penutupan diperpanjang selama dua pekan sebagai bagian dari penanganan dampak kebakaran yang masih berlangsung.
"Penutupan diperpanjang hingga dua pekan ke depan tepatnya sampai tanggal 31 Agustus. Kemungkinan diperpanjang kembali atau tidak dilihat dari penanganan setelah kebakaran melanda sejumlah titik terutama di kawah Wadon Gunung Gede," katanya pada Selasa (18/8/2026) dikutip dari Antara.
Kondisi di kawasan Gunung Gede memang menunjukkan perkembangan positif.
Berdasarkan pemantauan petugas gabungan, tidak lagi terlihat kepulan asap maupun titik api aktif di kawah Wadon maupun sejumlah lokasi lainnya.
Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama dua hari terakhir juga membantu proses pemadaman, termasuk pada titik-titik yang sulit dijangkau petugas.
Namun, TNGGP tetap tidak ingin terburu-buru membuka jalur pendakian.
Baca Juga: Legislator Golkar Sardy Wahab Soroti Laporan TPS 3R: Klaim Puluhan Ton, di Lapangan Cuma 3 Ton
Sebelum pendaki kembali diizinkan masuk, pemeriksaan menyeluruh masih diperlukan untuk memastikan tidak terdapat sisa api atau kondisi lain yang dapat membahayakan keselamatan.
Pertimbangan tersebut menjadi penting karena kawasan yang baru saja mengalami kebakaran dapat memiliki kondisi yang berbeda dibandingkan sebelum kejadian.
Karena itu, status padamnya api menjadi satu tahap dalam proses pemulihan, bukan tanda bahwa seluruh kawasan otomatis siap digunakan kembali.
Selain kawah Wadon, lokasi lain yang mendapat perhatian adalah kawasan Alun-alun Suryakancana.
TNGGP memastikan berbagai penanganan pascakebakaran terus dilakukan agar kawasan tersebut nantinya dapat kembali digunakan untuk aktivitas pendakian dan berkemah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 2Prediksi Skor Aston Villa vs Brentford di Premier League, 10 Oktober 2026: Rekor Tak Terkalahkan The Bees Diuji Unai Emery
- 3Prediksi Skor Mainz 05 vs Bayer Leverkusen di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Duel Sengit di Mewa Arena
- 4Prediksi Skor Genoa vs Fiorentina di Serie A, 10 Oktober 2026: Mampukah Rossoblu Mengakhiri Tren Buruk di Kandang?
- 5Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di La Liga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Rekor Buruk?
- 6Prediksi Skor Union Berlin vs Elversberg di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Keterpurukan?
- 7Prediksi Skor Hoffenheim vs Hamburger SV di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Dua Tim yang Terluka
- 8Prediksi Skor Augsburg vs Bayern Munich di Bundesliga, 10 Oktober 2026: Akankah Tuan Rumah kembali Kejutkan Die Roten?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






