Enam Jalur Ditutup, Ini Rahasia di Balik Penutupan Gunung Rinjani Selama 3 Bulan ke Depan

AKURAT JAKARTA - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) resmi mengumumkan bahwa seluruh jalur pendakian akan ditutup mulai 1 Januari 2025.
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko bencana hidrometeorologi sekaligus memberi kesempatan bagi ekosistem untuk pulih secara alami.
Dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, kebijakan ini dipandang sebagai upaya melindungi kamu dan seluruh pendaki dari potensi bahaya yang sulit diprediksi.
Total ada enam jalur pendakian yang terdampak penutupan, yaitu Senaru, Torean, Sembalun, Timbanuh, Tetebatu, dan Aik Berik.
Kebijakan ini berlaku hingga 31 Maret 2026, sehingga semua rencana pendakian perlu disesuaikan.
Menjelang penutupan, pengelola mengingatkan bahwa kamu yang masih berencana mendaki harus memesan tiket melalui aplikasi eRinjani paling lambat 28 Desember 2025 pukul 23.59 WITA.
Sistem reservasi daring ini dimaksudkan agar pendakian tetap terkontrol dan tercatat dengan baik.
Sebelum periode penutupan dimulai, Balai TNGR menurunkan puluhan petugas untuk membersihkan kawasan Gunung Rinjani dalam program Meriri.
Kegiatan ini bertujuan menjaga kebersihan jalur, mengurangi timbunan sampah, serta memulihkan area yang rentan rusak akibat aktivitas manusia.
Dengan cara tersebut, saat Gunung Rinjani kembali dibuka nanti, kamu bukan hanya menikmati keindahan lanskapnya, tetapi juga ikut merasakan hasil dari proses pemulihan alam yang lebih sehat.
Kebijakan penutupan mungkin terasa membatasi, namun di balik itu ada pesan penting tentang tanggung jawab bersama.
Rinjani bukan sekadar destinasi, melainkan ekosistem hidup yang membutuhkan jeda.
Baca Juga: Wisata Edukasi Akhir Tahun, Teater Bintang Planetarium Jakarta Kembali Dibuka
Ketika waktunya tiba untuk dibuka kembali, diharapkan pendakian akan menjadi pengalaman yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan bagi kamu dan generasi selanjutnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








