Jakarta

Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Alam Butuh Waktu untuk Pulih dari Aktivitas Pendakian

Anggerhana Denni Rahmawati | 14 Oktober 2026, 16:45 WIB
Gunung Sibayak Ditutup Sebulan, Alam Butuh Waktu untuk Pulih dari Aktivitas Pendakian
Gunung Sibayak tak bisa didaki selama sebulan. - backpackerjakarta.com

AKURAT JAKARTA - Pendakian Gunung Sibayak di Sumatera Utara untuk sementara tidak bisa dilakukan mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026.

Penutupan ini bukan sekadar pembatasan aktivitas wisata, melainkan bagian dari upaya memulihkan ekosistem dan memperbaiki kualitas jalur pendakian di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan.

Keputusan tersebut berlaku bagi seluruh pendaki, masyarakat, dan wisatawan yang hendak melakukan aktivitas pendakian.

Selama masa penutupan, pengelola akan berfokus pada pemulihan kawasan serta penataan jalur agar lebih baik ketika kembali digunakan.

Langkah ini memperlihatkan bahwa destinasi wisata alam tidak hanya membutuhkan pengunjung, tetapi juga pengelolaan dan waktu pemulihan agar kelestariannya tetap terjaga.

Penutupan Bukan Sekadar Menghentikan Pendakian

Gunung Sibayak merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Sumatera Utara.

Keindahan alamnya menjadi daya tarik bagi pendaki dan wisatawan, sementara kawasan Tahura Bukit Barisan juga memiliki fungsi penting dalam konservasi lingkungan.

Namun, pengelolaan destinasi alam tidak cukup hanya memastikan kawasan dapat dikunjungi.

Kondisi ekosistem dan kualitas jalur juga perlu diperhatikan agar aktivitas wisata bisa berlangsung secara berkelanjutan.

Baca Juga: Gratis dan Terbuka untuk Umum, Job Fair Itenas Jadi Kesempatan Pencari Kerja di Bandung

Dalam surat edaran tertanggal 13 Oktober 2026, UPTD Tahura Bukit Barisan menjelaskan alasan penutupan tersebut.

“Dalam rangka mendukung upaya pemulihan ekosistem serta peningkatan aksesibilitas dan kualitas jalur pendakian Gunung Sibayak di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Barisan, dipandang perlu dilakukan penutupan sementara kegiatan pendakian,” tulis UPTD Tahura Bukit Barisan dalam surat edaran yang diterbitkan pada Selasa (13/10/2026).

Selama jalur ditutup, pengelola akan melakukan pemeliharaan kawasan dan penataan jalur pendakian.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kenyamanan sekaligus keselamatan pengunjung saat kegiatan pendakian kembali diperbolehkan.

Wisata Alam Perlu Diimbangi Upaya Konservasi

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.