Jakarta

Awalnya Cuma Rumah Kos, Gedung Kramat 106 Jadi Saksi Lahirnya Sumpah Pemuda

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 Oktober 2026, 21:15 WIB
Awalnya Cuma Rumah Kos, Gedung Kramat 106 Jadi Saksi Lahirnya Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda lahir dari rumah indekos di Jakarta. - indonesiakaya.com

AKURAT JAKARTA - Sebuah rumah indekos biasanya identik dengan tempat beristirahat, belajar, dan menjalani kehidupan sehari-hari jauh dari keluarga.

Namun, sebuah bangunan di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Senen, Jakarta Pusat, memiliki perjalanan berbeda.

Rumah yang dahulu menjadi tempat tinggal para pelajar itu justru menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Bangunan yang kini dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda tersebut menjadi tempat berlangsungnya rapat terakhir Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928.

Dari ruang pertemuan di rumah itu, lahir keputusan bersejarah yang menegaskan tekad para pemuda untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.

Perjalanan Gedung Kramat 106 menunjukkan bahwa sebuah tempat yang tampak sederhana dapat memiliki peran besar ketika menjadi ruang berkumpulnya orang-orang dengan gagasan dan tujuan yang sama.

Berawal dari Rumah Indekos Pelajar

Gedung Kramat 106 awalnya merupakan rumah milik Sie Kong Lian yang didirikan pada awal abad ke-20.

Sejak 1908, bangunan tersebut disewa sebagai tempat tinggal pelajar STOVIA, sekolah pendidikan dokter pribumi, dan Rechtsschool, sekolah hukum pada masa kolonial Belanda.

Rumah indekos itu dikenal dengan nama Commensalen Huis.

Baca Juga: POTRET BERINGIN JAKARTA: Alia Noorayu Laksono Temukan Ruang Belajar Politik dan Pengabdian di Golkar

Sejumlah tokoh pergerakan yang pernah tinggal di sana antara lain Muhammad Yamin dan Amir Sjarifoedin.

Pada awalnya, fungsi bangunan tersebut tidak berbeda jauh dari tempat indekos pada umumnya.

Para penghuni menggunakannya untuk tinggal dan menjalani pendidikan.

Namun, pertemuan sehari-hari di antara para pelajar turut membuka ruang bagi pertukaran pemikiran mengenai kondisi masyarakat dan masa depan bangsa.

Memasuki 1927, Gedung Kramat 106 mulai digunakan oleh berbagai organisasi pemuda untuk menyelenggarakan kegiatan pergerakan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.