Awalnya Cuma Rumah Kos, Gedung Kramat 106 Jadi Saksi Lahirnya Sumpah Pemuda

AKURAT JAKARTA - Sebuah rumah indekos biasanya identik dengan tempat beristirahat, belajar, dan menjalani kehidupan sehari-hari jauh dari keluarga.
Namun, sebuah bangunan di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Senen, Jakarta Pusat, memiliki perjalanan berbeda.
Rumah yang dahulu menjadi tempat tinggal para pelajar itu justru menjadi salah satu lokasi penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Bangunan yang kini dikenal sebagai Museum Sumpah Pemuda tersebut menjadi tempat berlangsungnya rapat terakhir Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928.
Dari ruang pertemuan di rumah itu, lahir keputusan bersejarah yang menegaskan tekad para pemuda untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan.
Perjalanan Gedung Kramat 106 menunjukkan bahwa sebuah tempat yang tampak sederhana dapat memiliki peran besar ketika menjadi ruang berkumpulnya orang-orang dengan gagasan dan tujuan yang sama.
Berawal dari Rumah Indekos Pelajar
Gedung Kramat 106 awalnya merupakan rumah milik Sie Kong Lian yang didirikan pada awal abad ke-20.
Sejak 1908, bangunan tersebut disewa sebagai tempat tinggal pelajar STOVIA, sekolah pendidikan dokter pribumi, dan Rechtsschool, sekolah hukum pada masa kolonial Belanda.
Rumah indekos itu dikenal dengan nama Commensalen Huis.
Baca Juga: POTRET BERINGIN JAKARTA: Alia Noorayu Laksono Temukan Ruang Belajar Politik dan Pengabdian di Golkar
Sejumlah tokoh pergerakan yang pernah tinggal di sana antara lain Muhammad Yamin dan Amir Sjarifoedin.
Pada awalnya, fungsi bangunan tersebut tidak berbeda jauh dari tempat indekos pada umumnya.
Para penghuni menggunakannya untuk tinggal dan menjalani pendidikan.
Namun, pertemuan sehari-hari di antara para pelajar turut membuka ruang bagi pertukaran pemikiran mengenai kondisi masyarakat dan masa depan bangsa.
Memasuki 1927, Gedung Kramat 106 mulai digunakan oleh berbagai organisasi pemuda untuk menyelenggarakan kegiatan pergerakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Bochum vs Mainz 05 di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Dominasi Tim Bundesliga?
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Hamburger SV vs Eintracht Frankfurt di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Rapuh
- 5Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 6Prediksi Skor Sonnenhof Grossaspach vs Augsburg di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Die Fuggerstadter
- 7Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Werder Bremen di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah BVB Mempertahankan Dominasi?
- 8Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




