Jakarta

Thailand Baca Peluang Pasar Indonesia, Wisata Ramah Muslim Jadi Strategi Baru

Anggerhana Denni Rahmawati | 29 Oktober 2026, 21:45 WIB
Thailand Baca Peluang Pasar Indonesia, Wisata Ramah Muslim Jadi Strategi Baru
Thailand menyasar wisatawan muslim Indonesia pada 2027.

AKURAT JAKARTA - Persaingan industri pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga kemampuan sebuah negara memahami kebutuhan wisatawannya.

Thailand mencoba menerapkan strategi tersebut dengan menyiapkan promosi wisata ramah Muslim dan kebugaran atau wellness untuk menarik lebih banyak pelancong Indonesia pada 2027.

Langkah ini menunjukkan bahwa Thailand tidak sekadar ingin meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih sesuai dengan minat pasar.

Melalui pendekatan tersebut, Otoritas Pariwisata Thailand atau Tourism Authority of Thailand (TAT) berupaya memperkuat daya tarik negaranya di tengah persaingan destinasi wisata kawasan Asia Tenggara.

Dilansir dari The Nation, Selasa (27/10/2026), TAT menargetkan pendapatan pariwisata dari wisatawan ASEAN tumbuh 6,2 persen pada tahun fiskal 2027.

Jumlah kedatangan wisatawan dari kawasan tersebut juga ditargetkan meningkat 4,3 persen.

Indonesia termasuk dalam lima pasar prioritas TAT bersama Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Taiwan.

Untuk menjangkau pasar tersebut, Thailand menyiapkan pendekatan promosi yang disesuaikan dengan minat wisatawan di setiap negara.

Wisata Ramah Muslim Jadi Peluang Menarik Pasar Indonesia

Salah satu strategi Thailand untuk menjangkau wisatawan Indonesia adalah memperkuat promosi wisata ramah Muslim.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Pulangkan 19 Orang saat Sempat Diamankan Saat Unjuk Rasa Sumpah Pemuda

Pendekatan ini relevan dengan kebutuhan sebagian pelancong yang mempertimbangkan kemudahan memperoleh makanan halal dan fasilitas pendukung kebutuhan ibadah ketika bepergian.

Dengan memperhatikan kebutuhan tersebut, pengalaman wisata diharapkan menjadi lebih nyaman bagi wisatawan Muslim.

Namun, daya tarik sebuah destinasi tetap perlu didukung informasi yang jelas mengenai ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung.

Bagi Thailand, pengembangan segmen ini menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pasar tanpa hanya mengandalkan promosi destinasi populer.

Strategi tersebut juga membuka peluang bagi pelaku industri pariwisata untuk mengembangkan layanan yang lebih beragam.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.