Jakarta

Hacker Peretas Server PDN Janji Mau Buka Kunci Data Besok, Begini Pesan Menohok Brain Chiper Ransomware ke Pemerintah Indonesia

Ani Nur Iqrimah | 2 Juli 2024, 15:44 WIB
Hacker Peretas Server PDN Janji Mau Buka Kunci Data Besok, Begini Pesan Menohok Brain Chiper Ransomware ke Pemerintah Indonesia

AKURAT JAKARTA - Beberapa waktu yang lalu, Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya terkena serangan siber yang berdampak kepada server layanan-layanan pemerintah.

Serangan siber kepada PDNS 2 ini disebabkan oleh Ransomware dengan nama Brain Cipher Ransomware, pengembangan dari Ransomware LockBit 3.0.

Terkait peretasan ini, pelaku peretasan juga menuntut ke pemerintah tebusan uang sebesar USD 8 juta atau sekitar Rp130 miliar.

Namun, diketahui bahwa terduga pelaku peretasan, Brain Chiper mengungkapkan akan membuka data PDN yang terkunci secara enkripsi pada Rabu (3/7/2024) besok.

Baca Juga: Waduh, 2 Anggota DPR RI dan Puluhan Karyawan Parlemen Diduga Terlibat Judi Online

"Geng Ransomware Brain Cipher mengumumkan mereka akan merilis kunci dekripsi secara gratis pada hari Rabu ini," ungkap akun X bernama @stealthmole_int, Selasa (2/7/2024).

Dalam unggahannya, terdapat pesan menohok yang diberikan oleh Brain Chiper. Dalam pesan tersebut, para pelaku meminta maaf kepada warga Indonesia atas peretasannya yang berdampak ke banyak orang.

Brain Chiper juga mengungkapkan bahwa serangan siber yang mereka lakukan hanya ingin menyampaikan terkait pentingnya suatu instansi untuk memiliki keamanan data yang canggih dan berkualitas.

"Kami berharap serangan kami menjelaskan kepada Anda betapa pentingnya membiayai industri dan merekrut spesialis yang berkualifikasi," katanya.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa serangan ini tidak membawa konteks politik apapun, melainkan uji penetrasi atau pentest terhadap keamanan data dengan pasca bayar.

Baca Juga: Heru Budi Tetap Akan Berikan Bansos untuk Warga Jakarta Korban Judi Online, Asalkan Memenuhi Syarat Ini

Mereka pun mengatakan bahwa tindakan mereka untuk membuka kembali data PDN milik pemerintah merupakan keputusan mereka sendiri.

"Kami juga mohon terima kasih dan kepastian masyarakat bahwa kami telah mengambil keputusan tersebut secara sadar dan independen," katanya.

Lanjutnya, pemerintah Indonesia dapat menyampaikan secara pribadi ke mereka jika enggan secara terbuka berterima kasih karena telah melakukan pentest.

"Jika perwakilan pemerintah, menganggap salah mengucapkan terima kasih kepada hacker. Anda dapat melakukannya secara pribadi di kantor pos." katanya.

Terakhir, dalam pesan tersebut mereka meninggalkan link sumbangan dan berharap mendapatkan suatu imbalan atas tindakannya besok.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 Main Baik, Erick Thohir: Tegakan Kepala Jangan Nangis, Oktober Ketemu Australia Lagi, Kita Kasih Lihat Siapa Indonesia!

"Kami meninggalkan dompet monero untuk sumbangan, kami berharap pada hari Rabu kami akan mendapatkan sesuatu." katanya.

"Pada hari Rabu, kami akan membuktikan bahwa kami menepati janji kami." pungkasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.