Jakarta

Jakarta Tak Cuma Gedung Tinggi, Motif Batik Betawi Ini Menyimpan Cerita yang Mulai Terlupakan

Anggerhana Denni Rahmawati | 23 Oktober 2026, 21:15 WIB
Jakarta Tak Cuma Gedung Tinggi, Motif Batik Betawi Ini Menyimpan Cerita yang Mulai Terlupakan
Batik Betawi menyimpan cerita Jakarta dari masa ke masa. - senibudayabetawi.com

AKURAT JAKARTA - Jakarta identik dengan gedung pencakar langit, kemacetan, dan kehidupan yang serba cepat.

Namun, di balik wajah metropolitan tersebut, ada sejarah panjang tentang kampung, alam, dan kebudayaan masyarakat yang ikut membentuk identitas Ibu Kota.

Cerita itu salah satunya tersimpan dalam Batik Betawi.

Berbeda dari anggapan bahwa batik hanya identik dengan daerah-daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jakarta juga memiliki warisan batik dengan karakter warna cerah serta motif yang menggambarkan kehidupan masyarakatnya.

Menariknya, motif Batik Betawi tidak hanya menghadirkan ikon budaya seperti ondel-ondel.

Ada pula gambaran Jakarta pada masa lalu, pepohonan, burung, kehidupan agraris, hingga gedung-gedung tinggi yang menjadi simbol perkembangan kota.

Batik Betawi Merekam Jakarta yang Terus Berubah

Perubahan Jakarta dari kawasan bersejarah menjadi kota metropolitan dapat dilihat melalui beragam motif Batik Betawi.

Kain ini seolah menjadi ruang untuk mempertemukan cerita masa lalu dan kehidupan modern yang kini mendominasi Ibu Kota.

Salah satu motif yang paling mudah dikenali adalah ondel-ondel.

Baca Juga: Makin Dipaksa Tidur, Makin Susah Terlelap? Ini Penjelasan Psikologinya

Boneka raksasa khas Betawi tersebut bukan sekadar simbol kesenian, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Betawi.

Ondel-ondel juga dipercaya memiliki fungsi menjaga keamanan dan ketertiban.

Ketika figur tersebut dituangkan ke dalam kain batik, identitas lokal tidak hanya hadir dalam pertunjukan atau acara kebudayaan.

Motifnya bisa dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari melalui pakaian dan berbagai produk berbahan batik.

Kehadiran ondel-ondel sekaligus mengingatkan bahwa di tengah perubahan kota, kebudayaan lokal tetap memiliki tempat untuk dikenali dan diwariskan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.