POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari AMPG ke DPRD DKI, Farah Savira Temukan Ruang Anak Muda dan Perempuan di Golkar

AKURAT JAKARTA - Organisasi sayap kepemudaan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) menjadi awal mula bagi Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, bergabung dengan Partai Golkar pada 2019.
Perempuan muda kelahiran 1996 itu mengaku tertarik bergabung karena melihat Golkar memberikan ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan gerakan organisasi.
Saat itu, Farah masih berusia 23 tahun. Dia menilai Golkar menjadi tempat untuk belajar sekaligus mengembangkan kemampuan dalam berorganisasi dan berpolitik.
Baca Juga: Lolos Verifikasi di Musda XI, Farah Savira Calon Tunggal Ketua DPD Golkar Jakarta Selatan
"Yang membuat saya tertarik masuk ke Golkar karena pada saat itu, di tahun 2019, saya melihat Golkar sangat mengakomodasi dan membuka diri ke semua elemen masyarakat, termasuk kami-kami yang muda," kata Farah.
Dia mengungkapkan, ketertarikannya terhadap Golkar juga berawal dari kedekatan dengan lingkungan keluarga.
Ayahnya mengajak Farah melihat langsung kegiatan partai, sebelum akhirnya dia memutuskan bergabung setelah berinteraksi dengan kader-kader muda.
"Saya belum pernah bergabung ke partai lain. Ini partai pertama dan terakhir, insyaallah, untuk saya bergabung," ujarnya.
Kini Farah Savira menjabat sebagai Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta yang menangani bidang Kesejahteraan Rakyat.
Farah Savira juga resmi terpilih menjadi Ketua DPD II Golkar Kota Jakarta Selatan periode 2025–2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Agustus 2026 lalu.
Ruang bagi Perempuan di Partai Golkar
Mengenai pengalamannya selama menjadi kader, Farah menilai atmosfer politik di Golkar berlangsung dinamis. Menurutnya, kader diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, kinerja, dan keahlian dalam berbagai forum.
Dia juga menilai keberadaan sayap partai perempuan memberikan kesempatan bagi kader perempuan untuk berperan aktif dalam organisasi.
"Bagi kami perempuan-perempuan, dengan adanya sayap partai perempuan, justru membuat kami punya ruang untuk berkiprah yang diakomodasi oleh partai. Tidak hanya sebagai objek, melainkan sebagai subjek dari pembicaraan," ucap Farah.
Golkar Diminta Beradaptasi dengan Tantangan Zaman
Memasuki usia partai yang semakin matang, Farah berharap Golkar tetap mampu membuka ruang bagi berbagai kalangan sekaligus menjadi penggerak pembangunan bangsa.
Menurut dia, partai politik juga perlu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, termasuk kondisi sosial-ekonomi, krisis iklim, dan persoalan energi.
"Tentu di kondisi sosio-ekonomi kita yang sedang tidak baik-baik saja ini, ditambah dengan krisis iklim dan energi, semuanya diuji," tuturnya.
Farah menilai Golkar perlu terus bertransformasi menjadi partai modern yang mampu memahami kebutuhan masyarakat dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.
Dua Masukan Farah untuk Golkar Jelang Pemilu 2029
Dalam menyongsong Pemilu 2029, Farah yang juga menjabat Ketua Golkar Jakarta Selatan, menyampaikan dua hal yang perlu menjadi perhatian Golkar.
Pertama, memperkuat kemampuan mendengarkan aspirasi masyarakat agar program dan kebijakan yang diperjuangkan sesuai dengan kebutuhan.
"Kita perlu memiliki social listening ability yang kuat. Bagaimana mendengarkan aspirasi yang sesuai dan tepat sasaran terhadap kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Menurut Farah, upaya tersebut tidak hanya perlu menyasar masyarakat miskin, tetapi juga kelompok menengah ke atas, terutama masyarakat menengah yang kebutuhan sosial-ekonomi dan hak-hak dasarnya belum sepenuhnya terpenuhi.
Kedua, Farah meminta Golkar merangkul generasi muda dan perempuan. Dia menilai kelompok muda akan menjadi bagian penting dalam demografi pemilih pada pemilu mendatang.
Jika pada Pemilu 2019 perhatian tertuju pada generasi milenial, kini Golkar perlu memperhatikan perkembangan Gen Z dan generasi berikutnya.
"Kami harapkan Golkar melalui political marketing dan political network-nya betul-betul bisa mengakomodasi teman-teman muda agar tidak apatis terhadap politik, serta memberikan wadah dan ruang bagi mereka untuk berkarya," katanya.
Pelajaran Berharga Selama Menjadi Kader
Farah juga membagikan pelajaran yang diperolehnya selama menjadi kader Golkar. Menurut dia, partai politik harus mampu bertransformasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Selain itu, dia menilai Golkar perlu mempertahankan karakter sebagai organisasi yang memberikan kesempatan bagi berbagai figur untuk berkembang, sekaligus menjadi tempat yang nyaman bagi kader untuk berkiprah.
"Kami memiliki para senior yang sangat membuka ruang bagi kader muda untuk meneruskan roda organisasi," ujarnya.
Pengawalan Pelayanan Publik dan Kebijakan UMKM di Jakarta
Di DPRD DKI Jakarta, Farah mengatakan perhatian Fraksi Golkar terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di Jakarta Selatan, antara lain mencakup pelayanan kesehatan di RSUD dan puskesmas, bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP), serta bantuan sosial lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemutakhiran data penerima bantuan agar penyalurannya tepat sasaran. Selain itu, renovasi dan rehabilitasi total fasilitas sekolah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Adapun dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Farah menilai anggota fraksi perlu memaksimalkan fasilitas dan jaringan yang tersedia untuk turun langsung mendengarkan masyarakat.
Melalui perwakilan Fraksi Golkar di Komisi E DPRD DKI Jakarta, ia mengatakan pihaknya berupaya memastikan kebijakan yang mendukung UMKM mendapat prioritas nyata.
Menurut Farah, mendengarkan aspirasi masyarakat menjadi kunci agar kebijakan yang diperjuangkan di tingkat daerah dapat menjawab kebutuhan warga.
"Kuncinya adalah memaksimalkan fasilitas dan jaringan yang ada untuk turun langsung mendengar masyarakat (the ability to listen)," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs NEC Nijmegen di UEL, 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Beruntun
- 2Prediksi Skor Olympiacos vs Sparta Praha di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Konsistensi Tuan Rumah di Georgios Karaiskakis
- 3Prediksi Skor Omonia vs Benfica di UEL, 23 Oktober 2026: Ujian Berat di Markas The Shamrock
- 4Prediksi Skor Hoffenheim vs Lyon di UEL, 23 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Hentikan Laju Les Gones?
- 5Prediksi Skor OFI Crete vs Bayer Leverkusen di UEL, 22 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Laju Die Werkself?
- 6Prediksi Skor Getafe vs Lugano di UECL, 22 Oktober 2026: Momentum Positif Tim Tamu Jadi Ancaman
- 7Prediksi Skor Lille vs Galatasaray di UCL, 21 Oktober 2026: Duel Dua Tim Tanpa Poin di Pierre Mauroy
- 8Prediksi Skor Celtic vs Celta Vigo di UEL, 23 Oktober 2026: Siapa yang Akhiri Tren Buruk di Eropa?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






