Jakarta

BRI Raih Penghargaan Platinum pada BISRA Awards 2024, Berkat Aksi Nyata Atasi Masalah Sampah dan Lawan Perubahan Iklim

M Rahman Akurat | 8 Juli 2024, 16:16 WIB
BRI Raih Penghargaan Platinum pada BISRA Awards 2024, Berkat Aksi Nyata Atasi Masalah Sampah dan Lawan Perubahan Iklim

AKURAT JAKARTA – BRI Peduli, selaku payung dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan atau Corporate Social Responsibility (CSR) BRI, terus menunjukkan komitmen dan dukungannya terhadap pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s).

BRI Peduli juga terus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian ekosistem lingkungan dan memerangi perubahan iklim.

Berkat komitment tersebut, BRI mendapatkan penghargaan Platinum dalam ajang Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2024.

Baca Juga: Petahana Belum Pernah Menang di Pilkada Jakarta, Wantim Golkar Sodorkan Duet Zaki Iskandar-Kaesang, Yakin Bisa Kalahkan Anies

BRI meraih penghargaan melalui program unggulan yaitu “Yok Kita GAS – Gerakan Anti Sampah”.

Penghargaan ini diumumkan pada acara Anugerah Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis (27/06/2024).

Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 sendiri merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan bagi perusahaan-perusahaan yang berkomitmen kuat dalam penyelenggaraan CSR.

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi setiap perusahaan untuk memberikan kontribusi lebih besar kepada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup.

Penghargaan ini juga mendukung implementasi perusahaan dalam mengelola CSR yang efektif, berdampak luas dan berkelanjutan serta mendukung percepatan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: GRATIS! Festival Budaya Internasional Digelar di Bojonegoro, Diikuti 8 Negara Mulai Korea, India hingga Amerika, Catat Tanggalnya!

Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto, mengungkapkan bahwa penghargaan ini tak lepas dari peran dan kontribusi BRI Peduli dalam menggerakkan roda perekonomian nasional dan turut melaksanakan Program CSR, terutama dalam pelaksanaan Program Bina Lingkungan.

Penghargaan BISRA 2024 dalam program unggulan yaitu “Yok Kita GAS – Gerakan Anti Sampah” merupakan upaya nyata BRI mendukung pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami menyambut baik apresiasi ini dan tentunya sebagai wujud nyata BRI dalam mendukung kelestarian lingkungan dan memerangi perubahan iklim," katanya.

"BRI Peduli “Yok Kita Gas” secara nyata telah memberikan dampak bagi masyarakat di berbagai wilayah baik dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan,” tambahnya.

Sejak digulirkan pada 2021, program BRI Peduli ‘Yok Kita Gas - Gerakan Anti Sampah’ telah dilaksanakan di 41 (empat puluh satu) lokasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Rinciannya, 6 (lima) lokasi di Pasar Tradisional dan 35 (tiga puluh lima) lokasi di lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Hakim Eman Sulaeman Perintahkan Polda Jawa Barat untuk Membebaskan Pegi Setiawan, Tidak Sah Status Tersangka Pembunuhan Vina Cirebon dan Eky

Catur menambahkan, masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia terutama di wilayah padat pemukiman atau wilayah kota, mendapatkan manfaat dari program ini.

Beberapa manfaat itu antara lain: mendapatkan wawasan tentang kondisi pengelolaan sampah, sehingga meningkatkan awareness terhadap lingkungan dan mendapatkan keterampilan dalam memilah sampah dari rumah, sehingga mampu mengatasi persoalan sampah dari rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, BRI Peduli Yok Kita Gas diimplementasikan dalam dua bentuk yaitu “Yok Kita Gas – Gerakan Anti Sampah” melalui Pasar Tradisional dan “Yok Kita Gas – Gerakan Anti Sampah” Stand Alone Location, dimana penyaluran program di lokasi Bank Sampah atau Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang telah dikelola oleh masyarakat yang berlokasi padat penduduk.

“Selain itu, melalui pengelolaan sampah terintegrasi dengan pembentukan bank sampah, pengelolaan sampah organik menjadi pupuk dengan maggot, dan penjualan sampah anorganik yang dapat mendorong pendapatan masyarakat serta menumbuhkan pola pikir dan mental masyarakat untuk gemar menabung melalui program bank sampah”, imbuhnya.

Dari sisi sosial, masyarakat mendapatkan edukasi tentang pengelolan sampah dan pelatihan-pelatihan seperti pelatihan pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan laporan, pelatihan pembukuan, pelatihan management SDM dan pemakaian alat-alat pengelolaan sampah.

Baca Juga: Jangan Lupa! Konser NDX AKA di Story Indramayu Fest 2024 Harga Tiketnya Hanya Rp 50 Ribu, Bakal Bikin Ambyar Catat Lokasinya di Sini

Selain itu, sebanyak 3.065 pedagang pasar di berbagai wilayah tercatat telah mengikuti sosialisasi tentang bank sampah dan pengelola sampah di pasar.

Dari sisi lingkungan, Gerakan Anti Sampah Yok Kita Gas masyarakat telah mendapatkan edukasi mengenai pemilahan sampah, organik maupun anorganik, dimana sampah yang terkumpul tersebut dipilih dan dipilah, dipisahkan sampah organik dan anorganik.

Selanjutnya, sampah anorganik dapat diolah lagi menjadi barang-barang bernilai ekonomis.

Dalam mendukung pengelolaan sampah tersebut, BRI Peduli tercatat telah menyalurkan 11 unit mesin pencacah sampah organik, 173 bak magot komunal, 50 unit kandang Black Soldier Fly (BSF).

Hasilnya hingga saat ini tercatat sudah terkumpul 236.153 kg sampah organik dan 471.32kg sampah anorganik di bank sampah dan 6.921,5 maggot yang terjual.

Selain itu, secara keseluruhan tercatat sebanyak 3.962,063 Kg CH42 Eq metan dan 34.739,868 Kg Co2 Eq karbon tereduksi melalui bank sampah.

Program ini juga telah memproduksi 388.843Kg pupuk kompos, 777 eco enzymedan 843 pupuk organik cair.

Baca Juga: Bang Zaki Ingin Olahraga Jadi Pola Hidup Warga Jakarta, Sejak Dini Anak Difasilitasi untuk Memiliki Fisik, Mental dan Karakter yang Baik

Lebih lanjut dari sisi ekonomi, Gerakan Anti Sampah Yok Kita Gas berhasil mengubah cara pandang masyarakat tentang mengubah sampah jadi uang.

Sampah anorganik akan dicacah menggunakan alat pencacah sampah yang BRI sediakan bagi masyarakat. Setelah sampah dicacah, sampah pun dijual kepada pengumpul sampah dan masyarakat pun memperoleh pendapatan.

Hasilnya, tercatat total tabungan masyarakat yang melakukan penukaran sampah jadi duit di bank sampah telah mencapai lebih dari Rp100 juta dengan jumlah nasabah bank sampah yang terdaftar sebanyak 8.699 nasabah.

BRI juga berkerja sama dengan konsultan dalam pendampingan program selama 6 bulan, pembangunan infrastruktur TPST, dan pengadaan mesin pengelolaan sampah organik dan anorganik.

Selain itu, juga sosialisasi awareness tentang pengelolaan sampah ke pedagang pasar, pembagian kantong sampah terpilah ke pedagang pasar, pelatihan pengelolaan sampah organik dan anorganik.

BRI juga melakukan pendampingan program pemberdayaan SDM berupa pembukuan (administrasi), pemasaran program Bank Sampah serta pemakaian alat-alat pengelolaan sampah. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.