Jakarta

APBN dan APBD: Pengertian, Fungsi, dan Pengaruh dalam Pelajaran Ekonomi Kelas 11

Hawa E. Azhari | 27 September 2024, 08:12 WIB
APBN dan APBD: Pengertian, Fungsi, dan Pengaruh dalam Pelajaran Ekonomi Kelas 11

AKURAT JAKARTA - Dalam pelajaran Ekonomi kelas 11, APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) adalah konsep penting yang berkaitan dengan keuangan pemerintah.

Kedua anggaran ini berperan dalam mengelola pendapatan dan pengeluaran negara serta daerah, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan.

Pengertian APBN dan APBD

Baca Juga: Kapan Pengumuman Pasca Masa Sanggah CPNS 2024 Berakhir? Simak Jadwal Tahapan Selanjutnya, Waktunya Ujian!

APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara):

APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintah pusat yang memuat rincian pendapatan dan belanja negara untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. APBN ditetapkan setiap tahun oleh pemerintah pusat dan disahkan oleh DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).

APBN mengatur penggunaan keuangan negara untuk berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, pertahanan, infrastruktur, dan sebagainya.

APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah):

APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang mencakup pendapatan dan belanja daerah. APBD disusun oleh pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, atau kota) dan disetujui oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

Baca Juga: Wahidin Halim Jadi Timses Pemenangan Maesyal-Intan, Jadikan Tangerang Semakin Gemilang

APBD berfungsi untuk mendukung pembangunan di tingkat lokal dan memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

Fungsi APBN dan APBD

APBN dan APBD memiliki beberapa fungsi penting dalam perekonomian:

1. Fungsi Alokasi:

APBN: Alokasi sumber daya untuk pembangunan infrastruktur nasional, subsidi, dan pengadaan barang publik, seperti jalan raya, jembatan, dan sekolah.

Baca Juga: Terdapat 74 TPS Rawan Banjir di Kecamatan Cengkareng, KPU Melakukan Antisipasi Ini

APBD: Alokasi anggaran untuk membangun infrastruktur lokal, seperti perbaikan jalan desa, pembangunan sekolah daerah, atau fasilitas kesehatan.

2. Fungsi Distribusi:

APBN: Mendistribusikan pendapatan negara secara adil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti melalui program bantuan sosial (bansos) atau subsidi bahan bakar.

APBD: Distribusi anggaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, seperti subsidi pendidikan, bantuan usaha kecil, dan pemberdayaan masyarakat.

3. Fungsi Stabilitas:

APBN: Menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengendalian inflasi, pengaturan jumlah uang yang beredar, dan kebijakan fiskal. Misalnya, meningkatkan belanja untuk mendorong pertumbuhan ekonomi atau mengurangi belanja saat ekonomi sedang panas (overheating).

Baca Juga: Berikut Identitas Lima Jenazah Remaja di Kali Bekasi, Total 7 Jenazah Sudah Diidentifikasi

APBD: Menjaga stabilitas ekonomi di daerah dengan memastikan anggaran yang cukup untuk kebutuhan pokok, dan membantu daerah dalam mengatasi masalah ekonomi lokal seperti kemiskinan dan pengangguran.

4. Fungsi Pengawasan:

APBN: Sebagai alat pengawasan terhadap penerimaan dan pengeluaran negara, memastikan bahwa dana yang digunakan oleh pemerintah tepat sasaran dan sesuai perencanaan.

APBD: Sebagai alat untuk mengawasi kinerja pemerintah daerah dalam penggunaan dana publik agar transparan dan akuntabel.

Pengaruh APBN dan APBD

Baca Juga: Resep Omelet Klasik Rumahan, Sarapan Sat Set yang Super Praktis Buat Keluarga

APBN dan APBD memiliki dampak yang signifikan terhadap perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah:

- Pengaruh Terhadap Perekonomian Nasional:

APBN: Dengan mengatur pengeluaran dan penerimaan negara, APBN dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Investasi pemerintah dalam sektor infrastruktur dapat meningkatkan produktivitas dan lapangan kerja.

Di sisi lain, kebijakan fiskal seperti pajak dan subsidi yang diatur dalam APBN berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan distribusi pendapatan.

Baca Juga: Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Jumat 27 September 2024

- Pengaruh Terhadap Perekonomian Daerah:

APBD: APBD memainkan peran penting dalam pembangunan daerah, menciptakan lapangan kerja lokal, serta menyediakan fasilitas publik yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Dana yang dialokasikan dalam APBD juga dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat di suatu daerah, seperti perbaikan layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

- Pengaruh Terhadap Investasi dan Bisnis:

APBN dan APBD: Kebijakan yang tertuang dalam APBN dan APBD, seperti pembangunan infrastruktur dan pemberian insentif kepada sektor tertentu, dapat mempengaruhi iklim investasi dan aktivitas bisnis.

Baca Juga: BMKG Prediksi Jakarta Barat, Selatan dan Timur Hujan Jumat Malam, Suhu 31 Derajat Celsius

Misalnya, pembangunan jalan tol atau jembatan yang dibiayai oleh APBN atau APBD dapat meningkatkan akses transportasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

- Pengaruh Terhadap Inflasi dan Stabilitas Harga:

APBN: Kebijakan fiskal yang diatur dalam APBN dapat memengaruhi inflasi dan stabilitas harga barang. Pengeluaran pemerintah yang berlebihan dapat meningkatkan inflasi, sementara pengendalian defisit anggaran dapat membantu menjaga stabilitas harga.

Kesimpulan

APBN dan APBD merupakan alat yang digunakan pemerintah pusat dan daerah untuk mengelola keuangan negara dan daerah.

Baca Juga: CATAT! Besok Konser Gratis Iwan Fals di Jalak Denarhanud Rudal 004 Riau, Jangan Lupa Bawa KTP Ini Syarat Lengkapnya

Keduanya memiliki fungsi penting dalam alokasi sumber daya, distribusi pendapatan, menjaga stabilitas ekonomi, dan pengawasan keuangan.

Pengaruh APBN dan APBD sangat besar terhadap perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah, karena memengaruhi pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.