Viral Detik-detik Mobil Menteri Satryo Disoraki Pegawai Saat Keluar Kantor Kemdiktisaintek: Turun!

AKURAT JAKARTA - Semakin memanas, ratusan pegawai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi menghadang mobil pelat RI 25 disebuah parkiran basement.
Dalam video yang beredar di media sosial X, para ASN meneriaki mobil menteri Satryo untuk memintanya turun imbas pemberhentian pegawai Kemdikti Saintek secara mendadak.
Meski terlihat massa yang mengerumuni dengan berpakaian serba hitam, mobil berpelat RI 25 tersebut tetap berjalan meninggalkan kantor.
Baca Juga: Hanya Karena Meja, ASN Mendikti Saintek Ngaku Dipecat Menteri Satryo Soemantri
Sementara itu diketahui aksi "Senin Hitam" yang digelar ASN Dikti pada Senin (20/1) di Kemendikti Saintek itu digelar sebagai bentuk aspirasi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pejabat menteri dalam kabinetnya.
Salah satunya adalah mengenai protes yang ditulis dalam spanduk saat aksi damai yakni "Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan istri!" dan "Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga, #lawan #menterizalim #paguyubanPegawaiDikti',".
"Kami lebih kepada menyampaikan saja, terutama adalah kepada pejabat atau kepada Bapak Presiden yang sebenarnya mengangkat dan menunjuk beliau sebagai Menteri," ujar Ketua Paguyuban Pegawai Dikti Suwitno dikutip dari ANTARA.
Sekjen Kemdiktisaintek Buka Suara
Menanggapi isu yang tengah viral, Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang buka suara.
Ia menegaskan bahwa pemberhentian tidak dilakukan secara mendadak.
Namun pada saat itu organisasi membutuhkan tingkat dan pelayanan mutu tertentu.
"Tidak sejauh itu. Dalam penataan ada tingkat layanan dan mutu yang harus dijamin oleh bagian atau individu. Ada perbedaan dan tentu aplikasi penghargaan dan pembinaan," ujarnya.
Togar bahkan menuturkan pihak Kemendiktisaintek akan membuka ruang dialog untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.
"Sebenarnya masih tersedia ruang dialog yang lebih baik dan ini tetap dengan tangan yang terbuka, pemikiran yang terbuka, dan pencapaian resolusi yang terbaik," kata Togar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!




