Jakarta

LUAR BIASA! Berikut Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Menurut Pakar

Yusuf Doank | 28 Februari 2025, 12:29 WIB
LUAR BIASA! Berikut Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan Menurut Pakar

AKURAT JAKARTA - Umat Muslim di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dengan menahan haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam.

Ternyata, puasa dapat meningkatkan kesehatan.

Sejumlah penelitian sudah membuktikan manfaat berpuasa, termasuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Baca Juga: Hari Ini Pemerintah Gelar Sidang Isbat 28 Februari 2025 Tentuakan Awal Puasa

Pada 2021, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association mengaitkan puasa Ramadan dengan tekanan darah rendah.

Peneliti Rami Al-Jafar dan tim mengevaluasi 85 peserta berusia antara 29 dan 61 tahun dari lima masjid di London.

Penelitian mengukur tekanan darah sistolik (angka teratas) dan diastolik (angka terbawah) mereka sebelum Ramadan dan sekali lagi tepat setelahnya.

Baca Juga: Joss! Amunisi Baru Timnas Indonesia Gabung 10 Maret: Emil Audero, Joey Pelupessy dan Dean James

Tak hanya itu, mereka meminta para peserta untuk membuat catatan harian makanan selama tiga hari sebelum dan selama Ramadan.

Setelah disesuaikan dengan variabel seperti usia dan jenis kelamin, mereka mendeteksi penurunan rata-rata 7,29 mmHg pada tekanan darah sistolik.

Selain itu, 3,42 mmHg pada tekanan darah diastolik pada hari-hari setelah Ramadan.

Baca Juga: Timnas U-17 Bakal Jalani 2 Uji Coba Jelang Piala Asia di Arab Saudi

"Sebagian besar penelitian sebelumnya telah dilakukan di negara-negara tempat para peserta berasal dari ras yang sama, mengonsumsi jenis makanan yang sama, dan memiliki budaya yang sama," ujar Al Jafar dari Imperial College of London.

"Penelitian kami melibatkan beragam peserta dari budaya yang berbeda yang mengonsumsi berbagai jenis makanan, jadi ini adalah penelitian pertama yang dapat kami gambarkan sebagai berbasis komunitas," imbuhnya.

Para peneliti memasukkan penelitian mereka di London dalam analisis terhadap 33 penelitian yang dilakukan di negara-negara seperti Iran, Pakistan, dan Turki, yang melibatkan total 3.213 peserta.

Orang-orang dalam penelitian tersebut juga memiliki tekanan darah rendah setelah berpuasa selama Ramadhan.

Peneliti berpendapat bahwa penurunan tekanan darah itu merupakan hasil dari perubahan metabolisme yang terjadi setelah delapan hingga 12 jam berpuasa ketika tubuh mulai membakar keton alih-alih glikogen. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.