6 Kesalahan Saat Puasa yang Bikin Berat Badan Gagal Turun

AKURAT JAKARTA - Banyak orang berharap berat badan otomatis berkurang karena menahan makan dan minum seharian.
Namun tanpa pengaturan pola makan dan gaya hidup, hasilnya tidak selalu sesuai harapan.
Berikut enam faktor yang paling sering terjadi selama Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman WHO dan Mayo Clinic, Rabu (25/2/2026):
Baca Juga: Tips Buat Anjing Sehat dan Bahagia, Tanpa Perlu Khawatir Terkena Kutu
1. Berbuka terlalu manis dan berlemak
Kolak, gorengan, dan es sirup memang menggoda.
Namun makanan tinggi gula dan lemak membuat kalori melonjak. WHO menyarankan pembatasan gula tambahan agar berat badan tetap terkendali.
Baca Juga: Dinas Citata Ungkap 185 Lapangan Padel di Jakarta Belum Kantongi PBG
2. Porsi makan berlebihan
Rasa lapar membuat kamu makan dalam jumlah besar saat berbuka.
Menurut Mayo Clinic, makan berlebihan meningkatkan asupan kalori harian sehingga defisit kalori tidak tercapai.
Baca Juga: Tips Memilih Sepatu Lari Xtep Sesuai dengan Gaya Lari
3. Kurang aktivitas fisik
Mengurangi gerak saat puasa membuat pembakaran kalori menurun.
WHO menjelaskan aktivitas fisik penting untuk menjaga keseimbangan berat badan.
4. Kurang tidur
Perubahan jadwal tidur bisa memicu rasa lapar berlebih. C
leveland Clinic menyebutkan kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin yang merangsang nafsu makan.
5. Minuman tinggi kalori
Es teh manis atau kopi susu gula aren terlihat ringan, tetapi tetap menyumbang kalori besar.
Harvard Health Publishing menjelaskan minuman manis berisiko meningkatkan berat badan.
Baca Juga: Buntut Kecelakaan Transjakarta di Koridor 13, Francine PSI Desak Pemprov DKI Benahi Manajemen Sopir
6. Adaptasi metabolisme
Tubuh bisa memperlambat metabolisme saat pola makan berubah.
Penelitian melalui NCBI menunjukkan adaptasi ini membuat penurunan berat badan tidak selalu signifikan.
Dengan mengatur porsi, memilih makanan lebih sehat, cukup tidur, dan tetap aktif, peluang berat badan turun saat puasa akan lebih besar. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 2Prediksi Skor Bochum vs Mainz 05 di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Menghentikan Dominasi Tim Bundesliga?
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Hamburger SV vs Eintracht Frankfurt di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Pertahanan Rapuh
- 5Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 6Prediksi Skor Sonnenhof Grossaspach vs Augsburg di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Die Fuggerstadter
- 7Prediksi Skor Borussia Dortmund vs Werder Bremen di DFB-Pokal, 28 Oktober 2026: Mampukah BVB Mempertahankan Dominasi?
- 8Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







