Jakarta

Shell Indonesia Dipastikan Tutup Bisnis SPBU 2026 Mendatang

Titania Isnaenin | 2 Oktober 2025, 18:12 WIB
Shell Indonesia Dipastikan Tutup Bisnis SPBU 2026 Mendatang

 

 

AKURAT JAKARTA - PT Shell Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana untuk melepaskan bisnis SPBU mereka di Indonesia.

Keputusan strategis ini, merupakan bagian dari transformasi portofolio perusahaan induk Shell plc yang ditargetkan rampung pada tahun 2026.

Kepastian ini diumumkan langsung oleh Shell Indonesia, menandai akhir dari kiprah pengelolaan SPBU yang selama ini dijalankan perusahaan energi global tersebut.

Baca Juga: Elon Musk Ngamuk di X, Serukan Boikot Netflix, Ada Apa?

Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (27/9), menyatakan bahwa proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU ini masih menunggu persetujuan regulasi.

"Pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia tunduk pada penerimaan persetujuan peraturan dan diharapkan selesai pada 2026," ujar Susi.

Adapun bisnis SPBU Shell akan dialihkan kepada sebuah perusahaan patungan baru yang dibentuk oleh dua entitas: Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Kompak Melesat Naik, UBS Terpantau Paling Tinggi

Pengalihan ini sebetulnya telah disepakati sejak Mei 2025. Citadel Pacific Limited dikenal sebagai pemegang lisensi merek Shell di berbagai wilayah seperti Guam, Saipan, Makau, dan Hong Kong.

Sementara itu, Sefas Group merupakan distributor pelumas Shell terbesar yang sudah lama beroperasi di Indonesia.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa meskipun Shell hengkang dari operasional SPBU, merek dan produk mereka tetap memiliki nilai strategis.

Baca Juga: Harga BBM Dexlite dan Pertamina Dex Naik Mulai 1 Oktober 2025

Manajemen Shell menegaskan bahwa langkah pelepasan ini sejalan dengan komitmen strategis perusahaan induk dalam kerangka Capital Markets Day.

Meskipun terjadi pengalihan kepemilikan dan pengelolaan, konsumen dipastikan tidak akan kehilangan akses terhadap produk Bahan Bakar Minyak (BBM) premium Shell.

Inti dari perubahan ini adalah perpindahan manajemen dan operasional SPBU, sementara pasokan BBM tetap akan disediakan oleh Shell.

Susi Hutapea meyakinkan bahwa produk BBM akan terus dipasok melalui Shell.

"Pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi," tegasnya.

Ke depannya, SPBU-SPBU yang sebelumnya di bawah naungan Shell akan dikelola oleh perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group, namun tetap melalui perjanjian lisensi merek Shell.

Ini berarti nama, logo, dan standar kualitas Shell diyakini akan tetap dipertahankan. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.