Shell Indonesia Dipastikan Tutup Bisnis SPBU 2026 Mendatang

AKURAT JAKARTA - PT Shell Indonesia secara resmi mengonfirmasi rencana untuk melepaskan bisnis SPBU mereka di Indonesia.
Keputusan strategis ini, merupakan bagian dari transformasi portofolio perusahaan induk Shell plc yang ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Kepastian ini diumumkan langsung oleh Shell Indonesia, menandai akhir dari kiprah pengelolaan SPBU yang selama ini dijalankan perusahaan energi global tersebut.
Baca Juga: Elon Musk Ngamuk di X, Serukan Boikot Netflix, Ada Apa?
Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (27/9), menyatakan bahwa proses pengalihan kepemilikan bisnis SPBU ini masih menunggu persetujuan regulasi.
"Pengalihan kepemilikan bisnis SPBU Shell di Indonesia tunduk pada penerimaan persetujuan peraturan dan diharapkan selesai pada 2026," ujar Susi.
Adapun bisnis SPBU Shell akan dialihkan kepada sebuah perusahaan patungan baru yang dibentuk oleh dua entitas: Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
Baca Juga: Harga Emas di Pegadaian Kompak Melesat Naik, UBS Terpantau Paling Tinggi
Pengalihan ini sebetulnya telah disepakati sejak Mei 2025. Citadel Pacific Limited dikenal sebagai pemegang lisensi merek Shell di berbagai wilayah seperti Guam, Saipan, Makau, dan Hong Kong.
Sementara itu, Sefas Group merupakan distributor pelumas Shell terbesar yang sudah lama beroperasi di Indonesia.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa meskipun Shell hengkang dari operasional SPBU, merek dan produk mereka tetap memiliki nilai strategis.
Baca Juga: Harga BBM Dexlite dan Pertamina Dex Naik Mulai 1 Oktober 2025
Manajemen Shell menegaskan bahwa langkah pelepasan ini sejalan dengan komitmen strategis perusahaan induk dalam kerangka Capital Markets Day.
Meskipun terjadi pengalihan kepemilikan dan pengelolaan, konsumen dipastikan tidak akan kehilangan akses terhadap produk Bahan Bakar Minyak (BBM) premium Shell.
Inti dari perubahan ini adalah perpindahan manajemen dan operasional SPBU, sementara pasokan BBM tetap akan disediakan oleh Shell.
Susi Hutapea meyakinkan bahwa produk BBM akan terus dipasok melalui Shell.
"Pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi," tegasnya.
Ke depannya, SPBU-SPBU yang sebelumnya di bawah naungan Shell akan dikelola oleh perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group, namun tetap melalui perjanjian lisensi merek Shell.
Ini berarti nama, logo, dan standar kualitas Shell diyakini akan tetap dipertahankan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





