Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Rawa Bunga dan Kisah Lokasi Pembunuhan

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 13 September 2023, 13:20 WIB
Sejarah Jakarta: Asal Usul Rawa Bunga dan Kisah Lokasi Pembunuhan

AKURAT.CO - Rawa Bunga merupakan salah satu nama keluruhan yang masuk ke Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Kawasan ini populer dengan keberadaan Pasar Rawa Bening yang dikenal sebagai pasar dan sentral batu akik.

Menurut sejarah, wilayah Jatinegara di bagian utara merupakan daerah rawa yang sangat luas pada zaman dahulu.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kebagusan dan Wanita Cantik Asal Banten

Di antara sekian banyak rawa, ada satu yang tidak aman. Terdapat fakta, pembunuhan sering terjadi di wilayah tersebut.

Karena banyaknya pembunuhan, jenazah manusia tidak bisa lagi dibuang jauh-jauh dan hanya ditaruh di rawa-rawa.

Tak heran jika banyak mayat di kawasan ini.

Baca Juga: LRT Jabodetabek Tiket Promo Rp 5 Ribu, Berlaku Anak di Atas 3 Tahun

Seiring berjalannya waktu dan jumlah penduduk bertambah, tanah rawa berkembang menjadi kawasan pedesaan yang dihuni manusia.

Karena kawasan tersebut awalnya merupakan tumpukan mayat manusia, maka kemudian dinamakan kawasan Rawa Bangkai, namun orang Betawi Jakarta menyebutnya Rawa Bangke, dengan logat Betawi kata bangkai berubah menjadi bangke.

Versi lain menyebut, kawasan tersebut dinamakan Rawa Bangke karena dulu kawasan itu merupakan rawa-rawa yang dipenuhi bunga bangke atau bunga raflesia.

Baca Juga: Polisi Panggil Siskaeee di Kasus Film Dewasa, Bintang Film Keramat Tunggak

Nama Rawa Bangke diubah karena masyarakat di daerah tersebut merasa malu ketika ditanya di mana mereka tinggal.

Karena kata Bangke dalam bahasa Indonesia berarti bangkai atau manusia atau hewan mati dan biasanya mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Warga merasa risih dan malu, tempat tinggal mereka berbau bangkai. Oleh karena itu, kata Rawa Bangke kemudian diubah menjadi Rawa Bening.

Namun karena nama Rawa Bening saat itu identik dengan kehidupan malam, maka diubah lagi menjadi Rawa Bunga yang masih digunakan sampai sekarang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.