Demi Kuliah Online, Dua Guru di Halmahera Selatan Harus Mendaki Bukit 30 Menit untuk Cari Sinyal

AKURAT JAKARTA - Keterbatasan jaringan internet dan listrik masih menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia.
Bahkan, kondisi tersebut dapat menghambat akses pendidikan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi.
Hal inilah yang dialami pasangan guru asal Halmahera Selatan, Idris Yakub dan Wahyuni Adam, saat menempuh pendidikan sarjana.
Keduanya harus mendaki bukit selama sekitar 30 menit hanya untuk mendapatkan sinyal internet agar bisa mengikuti perkuliahan daring dan mengerjakan tugas.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Idris dan Wahyuni berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura).
Perjuangan tersebut terasa semakin berat karena keduanya juga harus menghadapi keterbatasan listrik di tempat tinggal mereka.
Idris mengungkapkan, akses internet menjadi salah satu kendala terbesar selama menjalani perkuliahan jarak jauh.
"Jadi kendalanya saat kuliah, kami harus naik bukit sekitar 30 menit untuk mencari sinyal. Belum lagi listrik yang belum tersedia," ungkap Idris.
Akses internet menjadi tantangan pendidikan
Idris dan Wahyuni bukanlah mahasiswa yang baru memulai perjalanan akademik setelah lulus sekolah.
Baca Juga: Bela Ketum Golkar, AMPG DKI Dukung Langkah Hukum Bahlil Jaga Nama Baik
Keduanya sudah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai guru di SDN 179 Halmahera Selatan.
Wahyuni mulai mengajar sejak 2004, sedangkan Idris menyusul setahun kemudian.
Setelah lebih dari dua dekade mengajar, keduanya akhirnya mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana melalui Beasiswa Kualifikasi Guru Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.
Program tersebut bermula dari pendataan pemerintah daerah ke sekolah-sekolah untuk menemukan guru senior yang belum sempat menyelesaikan pendidikan S1.
Melalui program ini, ratusan guru di Halmahera Selatan mendapatkan kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






