Lulus Dokter Spesialis dengan IPK 4,00, Nadia Nur Asifa Pilih Kembali ke Wonosobo untuk Mengabdi

AKURAT JAKARTA - Meraih gelar dokter spesialis dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna menjadi pencapaian membanggakan bagi Nadia Nur Asifa.
Namun, setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia tidak berencana berlama-lama menikmati keberhasilannya.
Nadia justru ingin kembali ke daerah asalnya, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya.
Nadia berhasil menyelesaikan pendidikan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dengan IPK 4,00.
Prestasi tersebut diraih di tengah padatnya aktivitas pendidikan dokter spesialis yang mengharuskannya membagi waktu antara kegiatan akademik, praktik rumah sakit, dan pelayanan pasien.
Keberhasilannya menjadi semakin istimewa karena IPK rata-rata 89 lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UGM pada periode wisuda tersebut mencapai 3,82.
Nadia mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik.
Baginya, pencapaian tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang selama menjalani masa residensi.
"Saya tentu merasa senang dan sangat bersyukur. Capaian ini menjadi pengingat atas proses dan perjalanan yang sudah saya lalui selama masa residensi. Semoga apa yang saya dapatkan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat ke depannya," ungkap Nadia, Rabu (4/11/2026).
Pilih kembali ke Wonosobo setelah lulus spesialis
Baca Juga: Demi Kuliah Online, Dua Guru di Halmahera Selatan Harus Mendaki Bukit 30 Menit untuk Cari Sinyal
Alih-alih menjadikan gelar spesialis sebagai alasan untuk mengejar karier di kota besar, Nadia justru memiliki rencana kembali ke Wonosobo.
Ia ingin mengaplikasikan ilmu kedokteran yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UGM untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat daerah asalnya.
Nadia berencana menjalankan praktik klinis umum di bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.
Ia juga memiliki ketertarikan khusus pada dermatologi anak, terutama penanganan dermatitis atopik atau kondisi peradangan kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal dan mengganggu kenyamanan anak.
Ia berharap dapat memperdalam keahlian tersebut agar semakin banyak anak yang memperoleh penanganan tepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






