Jakarta

Lulus Dokter Spesialis dengan IPK 4,00, Nadia Nur Asifa Pilih Kembali ke Wonosobo untuk Mengabdi

Anggerhana Denni Rahmawati | 7 November 2026, 21:45 WIB
Lulus Dokter Spesialis dengan IPK 4,00, Nadia Nur Asifa Pilih Kembali ke Wonosobo untuk Mengabdi
Nadia punya misi khusus untuk kesehatan anak di Wonosobo. - UGM

AKURAT JAKARTA - Meraih gelar dokter spesialis dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna menjadi pencapaian membanggakan bagi Nadia Nur Asifa.

Namun, setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia tidak berencana berlama-lama menikmati keberhasilannya.

Nadia justru ingin kembali ke daerah asalnya, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, untuk mengabdikan ilmu yang telah diperolehnya.

Nadia berhasil menyelesaikan pendidikan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM dengan IPK 4,00.

Prestasi tersebut diraih di tengah padatnya aktivitas pendidikan dokter spesialis yang mengharuskannya membagi waktu antara kegiatan akademik, praktik rumah sakit, dan pelayanan pasien.

Keberhasilannya menjadi semakin istimewa karena IPK rata-rata 89 lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UGM pada periode wisuda tersebut mencapai 3,82.

Nadia mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik.

Baginya, pencapaian tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang selama menjalani masa residensi.

"Saya tentu merasa senang dan sangat bersyukur. Capaian ini menjadi pengingat atas proses dan perjalanan yang sudah saya lalui selama masa residensi. Semoga apa yang saya dapatkan bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat ke depannya," ungkap Nadia, Rabu (4/11/2026).

Pilih kembali ke Wonosobo setelah lulus spesialis

Baca Juga: Demi Kuliah Online, Dua Guru di Halmahera Selatan Harus Mendaki Bukit 30 Menit untuk Cari Sinyal

Alih-alih menjadikan gelar spesialis sebagai alasan untuk mengejar karier di kota besar, Nadia justru memiliki rencana kembali ke Wonosobo.

Ia ingin mengaplikasikan ilmu kedokteran yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UGM untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat daerah asalnya.

Nadia berencana menjalankan praktik klinis umum di bidang Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.

Ia juga memiliki ketertarikan khusus pada dermatologi anak, terutama penanganan dermatitis atopik atau kondisi peradangan kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal dan mengganggu kenyamanan anak.

Ia berharap dapat memperdalam keahlian tersebut agar semakin banyak anak yang memperoleh penanganan tepat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.