Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Bidara Cina dari Tragedi Berdarah dan Pohon Bidara

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 5 Oktober 2023, 08:38 WIB
Sejarah Jakarta: Asal Usul Bidara Cina dari Tragedi Berdarah dan Pohon Bidara

AKURAT JAKARTA - Bidara cina adalah satu dari delapan kelurahan yang masuk ke wilayah administrasi Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Bidara cina berbatasan dengan Kampung Melayu, Cawang, Cipinang Cempedak, dan Kebon Baru.

Terdapat beberapa versi yang mengisahkan kenapa kemudian kawasan itu dinamakan Bidara Cina.

Versi pertama menyebut, penamaan Bidara Cina berkaitan dengan peristiwa berdarah yang terjadi tahun 1740 silam.

BACA JUGA: Tayang Mulai Besok, Begini Alur Cerita dan Sinopsis Film Saw X

Dikisahkan, dulu terjadi pemberontakan dari etnis Tionghoa terhadap pemerintahan Belanda yang menyebabkan ribuan orang tewas dan terjadi pertumpahan darah.

Masyarakat kemudian menamai peristiwa itu dengan istilah “tregdi China berdarah”. Karena itulah kawasan itu kemudian dinamakan Bidara Cina, kata “bidara” diambil dari kata “berdarah”.

Versi lain menyebut bahwa penamaan Bidara Cina diambil dari banyaknya pohon yang tumbuh dan dibudidayakan oleh etnis Tionghoa di kawasan tersebut pada zaman dulu.

BACA JUGA: Diangkat dari Urban Legend Menyeramkan di Jepang, Ini Sinopsis Film Hitchhike

Konon, masyrakat etnis Tionghoa dulu banyak menanam pohon bidara atau bidara di kawasan itu, sejenis pohon buah yang tumbuh di daerah tropis.

Buah dari bidara ini memiliki rasa pahit asam manis. Kemudian kayunya sering digunakan untuk bahan bangunan dan bahan bakar. Sementara kulit kayu dan akarnya digunakan untuk obat menyembuhkan luka dan gangguan pencernaan.

Pohon bidara juga mampu bertahan saat musim kemarau panjang, bahkan di suhu ekstrim sekali pun.

BACA JUGA: Sayang Anak! Bazzar Mainan Kidz Station Hadir Lagi, Catat Tanggal dan Lokasinya!

Meski kini pohon bidara tersebut sudah tidak ada dan berganti menjadi pemukiman warga, namun nama Bidara Cina masih melekat untuk kawasan itu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.