Sejarah Jakarta: Asal Usul Bidara Cina dari Tragedi Berdarah dan Pohon Bidara

AKURAT JAKARTA - Bidara cina adalah satu dari delapan kelurahan yang masuk ke wilayah administrasi Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Bidara cina berbatasan dengan Kampung Melayu, Cawang, Cipinang Cempedak, dan Kebon Baru.
Terdapat beberapa versi yang mengisahkan kenapa kemudian kawasan itu dinamakan Bidara Cina.
Versi pertama menyebut, penamaan Bidara Cina berkaitan dengan peristiwa berdarah yang terjadi tahun 1740 silam.
BACA JUGA: Tayang Mulai Besok, Begini Alur Cerita dan Sinopsis Film Saw X
Dikisahkan, dulu terjadi pemberontakan dari etnis Tionghoa terhadap pemerintahan Belanda yang menyebabkan ribuan orang tewas dan terjadi pertumpahan darah.
Masyarakat kemudian menamai peristiwa itu dengan istilah “tregdi China berdarah”. Karena itulah kawasan itu kemudian dinamakan Bidara Cina, kata “bidara” diambil dari kata “berdarah”.
Versi lain menyebut bahwa penamaan Bidara Cina diambil dari banyaknya pohon yang tumbuh dan dibudidayakan oleh etnis Tionghoa di kawasan tersebut pada zaman dulu.
BACA JUGA: Diangkat dari Urban Legend Menyeramkan di Jepang, Ini Sinopsis Film Hitchhike
Konon, masyrakat etnis Tionghoa dulu banyak menanam pohon bidara atau bidara di kawasan itu, sejenis pohon buah yang tumbuh di daerah tropis.
Buah dari bidara ini memiliki rasa pahit asam manis. Kemudian kayunya sering digunakan untuk bahan bangunan dan bahan bakar. Sementara kulit kayu dan akarnya digunakan untuk obat menyembuhkan luka dan gangguan pencernaan.
Pohon bidara juga mampu bertahan saat musim kemarau panjang, bahkan di suhu ekstrim sekali pun.
BACA JUGA: Sayang Anak! Bazzar Mainan Kidz Station Hadir Lagi, Catat Tanggal dan Lokasinya!
Meski kini pohon bidara tersebut sudah tidak ada dan berganti menjadi pemukiman warga, namun nama Bidara Cina masih melekat untuk kawasan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!


