Hasil Penelitian Membuktikan, Cuaca Panas Dapat Menyebabkan Tingkat Emosional Seseorang Jadi Lebih Tinggi

AKURAT JAKARTA - Sejumlah penelitian terbaru telah mengungkapkan adanya hubungan yang jelas antara cuaca panas dan tingkat emosional yang tinggi.
Penelitian ini menyoroti dampak cuaca panas pada perilaku manusia, termasuk peningkatan insiden kejahatan dan kemungkinan kenaikan risiko bunuh diri pada hari-hari panas.
Menurut hasil penelitian, jenis kejahatan serius seperti pembunuhan, penyerangan berat, pemerkosaan, serangan teroris, dan penembakan massal cenderung lebih sering terjadi saat temperatur naik.
Bahkan di lingkungan yang diawasi seperti penjara, penelitian tahun 2021 menemukan peningkatan 18% dalam kasus kekerasan antara narapidana ketika suhu sedang panas-panasnya.
Baca Juga: Ini 5 Film Dokumenter Kisah Pembunuhan Selain Ice Cold Jessica Wongso
Selain itu, risiko bunuh diri juga dikaitkan dengan hari-hari yang lebih panas. Para peneliti mencatat bahwa orang-orang mungkin menyalurkan kemarahannya pada diri mereka sendiri dalam kondisi panas yang ekstrem.
Penelitian terbaru yang dilakukan pada tahun 2023 melibatkan 2.000 mahasiswa dari California dan Kenya.
Hasilnya menunjukkan bahwa suhu tidak memengaruhi hasil bagi mereka yang bermain permainan yang melibatkan keputusan ekonomi umum.
Namun, ketika bermain permainan yang menantang emosi seperti "The Joy of Destruction," sebagian mahasiswa di Kenya di ruangan panas menunjukkan perilaku lebih agresif.
Dalam permainan tersebut, pemain dapat mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan kartu hadiah sungguhan, tetapi poin juga bisa diambil secara acak oleh komputer atau oleh rekan bermain yang tidak dikenali.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemain dari Kenya yang bermain di ruangan panas, cenderung merugikan pemain lain dengan mengurangi poin mereka, meskipun tidak ada keuntungan pribadi yang didapat dari tindakan tersebut.
Dr. Ian Bolliger, salah satu penulis penelitian, berpendapat bahwa suhu panas sendiri mungkin bukan penyebab langsung dari perilaku agresif ini.
Sebaliknya, perbedaan tersebut kemungkinan disebabkan oleh faktor-faktor di luar ruangan yang panas, seperti kekecewaan dari kandidat yang kalah dalam permainan video tersebut.
Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Pasar Rumput yang Dikaitkan dengan Makanan Kuda
Penelitian ini menyoroti kompleksitas hubungan antara cuaca panas dan perilaku manusia, menggambarkan bahwa faktor psikologis dan lingkungan juga memainkan peran penting dalam reaksi emosional seseorang terhadap suhu ekstrem. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kepulauan Faroe vs Kazakhstan di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Punya Modal Kandang Kuat
- 2Prediksi Skor Islandia vs Estonia di UNL, 26 September 2026: Tuan Rumah Incar Awal Positif
- 3Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di UNL, 25 September 2026: Dapatkah Khvicha Kvaratskhelia Menjadi Pembeda?
- 4Prediksi Skor Armenia vs Latvia di UNL, 25 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 5Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UNL, 27 September 2026: Duel Seru di Kaunas!
- 6Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di UNL, 26 September 2026: Mampukah The Brave Falcons Lanjutkan Tren Positif?
- 7Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg di UNL, 26 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Amankan Kemenangan Perdana?
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di UNL, 27 September 2026: Mampukah The Falcons Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!

