Jakarta

Sejarah Jakarta: Asal Usul Bambu Apus dan Obat Herbal Berbagai Penyakit

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 24 Oktober 2023, 11:35 WIB
Sejarah Jakarta: Asal Usul Bambu Apus dan Obat Herbal Berbagai Penyakit

AKURAT JAKARTA - Bambu Apus merupakan salah satu kelurahan yang cukup populer dan strategis di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Kelurahan ini menjadi daerah paling ujung, tepatnya paling timur yang berada di Kota Administrasi Jakarta Timur.

Jika melihat sejarah dan cerita masyarakat asal usul Bambu Apus berkaitan dengan jenis pohon yang dulu banyak tumbuh di kawasan itu.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kampung Bali Berawal dari Abad 17 di Batavia

Bambu Apus menambah rentetan nama kawasan yang namanya diambil dari nama tanaman atau pohon yang dulu tumbuh subur di kawasan itu.

Sama halnya dengan wilayah lain yang memiliki sejarah serupa, seperti Menteng, Kebon Jeruk, Kelapa Gading, dan Duren Sawit.

Konon, di Bambu Apus sendiri dulu banyak pohon bambu yang tumbuh di kawasan itu, tepatnya pohon bambu jenis Bambu Apus.

Baca Juga: Sejarah Jakarta: Asal Usul Kalibata Dulu Sungai Penuh Batu

Pohon bambu itu memiliki batang yang lurus, tidak berduri, dan daun yang agak besar dan lebar.

Pohon bambu apus banyak tumbuh subur secara liar di kawasan tersebut pada masa lalu.

Masyarakat yang tinggal di kawasan itu kerap menggunakan bambu apus untuk obat tradisional atau obat herbal berbagai penyakit.

Baca Juga: Diadaptasi dari Game Paling Populer di Dunia, Begini Alur Cerita dan Sinopsis Five Nights at Freddy's

Sebab, masyarakat meyakini pohon yang bisa bertahan hingga ratusan itu memiliki segudang nutrisi yang berkhasiat bagi tubuh dan dapat dijadikan obat tradisional.

Karena banyaknya pohon bambu apus yang tumbuh, masyarakat kemudian menyebut dan menamai kawasan itu dengan Bambu Apus.

Kendati pohon bambu tersebut kini telah hilang dan berganti menjadi pemukiman penduduk, nama Bambu Apus tetap melekat menjadi nama kawasan itu hingga sekarang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.