Jakarta

B2W Indonesia Cabut Predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda, Ini Alasannya

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 7 November 2023, 19:47 WIB
B2W  Indonesia Cabut Predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda, Ini Alasannya

AKURAT JAKARTA - Komunitas Bike To Work (B2W) Indonesia mencabut penghargaan dan predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda per hari ini, Selasa (7/11/2023).

Ketua Umum B2W Indonesia, Fahmi Saimima mengatakan, pencabutan predikat tersebut dilakukan atas beberapa alasan dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya.

Sebagai informasi, pada tahun 2021, B2W Award menganugerahkan DKI Jakarta sebagai Kota Jakarta sebagai Kota Ramah Sepeda tingkat provinsi se-Indonesia.

"Per hari ini, Selasa 7 November 2023, anugrah tersebut kami cabut kembali, dan menyatakan Kota Jakarta gugur mendapat predikat sebagai Kota Ramah Sepeda," katanya dalam keterangannya, dikutip Selasa (7/11/2023).

Baca Juga: 14 Negara Ini Dukung Israel Tolak Gencatan Senjata di Jalur Gaza, Salah Satunya Tetangga Indonesia, Siapa?

Ia menuturkan salah satu alasan dan hasil evaluasi timnya, yakni berkaitan dengan langkah yang diambil Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono selama satu tahun ke belakang.

Menurutnya, langkah yang diambil Heru Budi bertolak belakang dengan penghargaan dan predikat tersebut.

"Ini merupakan hasil evaluasi selama satu tahun belakangan, realitasnya malah memperlihatkan adanya langkah-langkah yang sangat bertolak belakang dengan semangat penghargaan itu," ujar Fahmi.

"PJ Gubernur Heru Budi Hartono justru menggusur kebijakan-kebijakan sebelumnya, Jakarta akan tampak sebagai ironi," tambahnya.

Baca Juga: Piala Dunia U-17 dan Kepedulian Bang Zaki Iskandar Pada Dunia Olahraga, Ini Buktinya

Dikatakan Fahmi, anugerah dan predikat Jakarta sebagai Kota Ramah Pesepeda pada tahun 2021 lalu berdasarkan beberapa penilaian.

Di antaranya, Fahmi menerangkan bahwa penilaian saat itu, Kota Jakarta telah mempunyai system pembangunan tata kota berbasis keamanan, keselamatan dan kenyamanan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

Yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya kemanan, keselamatan dan kenyamanan bersepeda bagi sebuah Kota. "Bahkan Jalur Sepeda dibangun sangat massive," singkatnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, Kota Jakarta satu-satunya kota yang berani mengeluarkan Perda khusus No,. 128/2019 tentang Penyediaan Lajur Sepeda.

Baca Juga: Sound of Unity: Konser Musik Pinggir Pantai dan Drag Race, Ada Dewa 19, Raisa hingga Iwa K, Catat Jadwalnya

Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Nomor 36 Pengembangan Prasarana dan Sarana Sepeda, menginisiasi Jakarta Ramah Bersepeda, bahkan berani menarget pembangunan jalur sepeda sepanjang 500 km di seluruh Kota Jakarta.

"Yang meyakinkan kami saat itu sudah tersedia anggaran 119 miliar lebih dalam rentang waktu 3 tahun untuk mewujudkan Kota Ramah Sepeda," ujar Fahmi.

Namun, karena hasil evaluasi ke satu  belakang, kata Fahmi, beberapa penilaian tersebut kini sudah tidak sesuai atau relevan dengan fakta di lapangan.

"Kami berpandangan tidaklah baik--hanya akan jadi lelucon yang tidak lucu--mempertahankan penghargaan itu," imbuhnya.

Baca Juga: Stop! Ini 5 Bahaya Langsung Tidur Setelah Makan

"Sedangkan kondisi nyatanya, saat ini, sangat jauh dari apa yang dinilai baik ketika penghargaan diberikan," tandas Fahmi. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.