Jakarta

Tol Bocimi Antisipasi Lonjakan Arus Lalu Lintas Libur Nataru 2025, Kementerian PU Siapkan Posko Siaga hingga Tim Disaster Relief Unit

Sastra Yudha | 14 Desember 2025, 10:57 WIB
Tol Bocimi Antisipasi Lonjakan Arus Lalu Lintas Libur Nataru 2025, Kementerian PU Siapkan Posko Siaga hingga Tim Disaster Relief Unit

AKURAT JAKARTA - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru 2025, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan penuh infrastruktur dan pengamanan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi).

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa seluruh infrastruktur, baik jalan tol maupun jalan nasional, wajib berfungsi optimal sepanjang periode pelayanan Nataru.

“Jalur nasional dan tol harus beroperasi lancar agar mobilitas masyarakat terjaga. Seluruh langkah strategis sudah disiapkan dan tinggal dijalankan sesuai rencana,” tegas Dody.

Baca Juga: PT JTT Beri Diskon 20 Persen Tarif Tol GT Cikampek Utama - Kalikangkung dan Sebaliknya pada 22, 23 dan 31 Desember 2025, Segini Jadinya!

Langkah strategis ini dilakukan guna menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas saat libur Nataru 2025.

Sebagai akses penting menuju kawasan wisata dan permukiman di Bogor Selatan hingga Sukabumi, Tol Bocimi diprediksi akan menjadi titik konsentrasi kepadatan lalu lintas.

Saat ini, Tol Bocimi memiliki panjang operasional 26,40 kilometer, yang terdiri dari Seksi 1 Ciawi–Cigombong sejauh 15,35 km, dan Seksi 2 Cigombong–Cibadak atau Parungkuda sepanjang 11,05 km.

Menghadapi potensi hujan ekstrem sebagaimana prediksi BMKG, Kementerian PU juga menyiagakan tim Disaster Relief Unit (DRU).

Tim ini dilengkapi peralatan penanganan cepat dan material darurat, seperti cold mix untuk penambalan lubang secara instan demi menjaga kualitas jalan tetap aman dilalui.

Baca Juga: Resmikan Gedung Baru SMP Nurul Huda Rancailat, Wabup Tangerang: Pendidikan Merupakan Fondasi Kemajuan Daerah

Seluruh armada layanan darurat, mulai dari mobil derek, ambulans, hingga kendaraan rescue, juga telah disiagakan di titik-titik tertentu.

Sementara Direktur Utama PT Trans Jabar Toll, Abdul Hakim Supriyadi, menjelaskan bahwa pihaknya telah memperkuat pengaturan lalu lintas dan pengawasan lapangan melalui pendirian posko Nataru.

“Posko Nataru di Gerbang Tol Parungkuda berfungsi sebagai pusat koordinasi, pengawasan lalu lintas, dan manajemen insiden," ujarnya, Kamis (11/12/2025) lalu.

Selain menyiapkan Posko Nataru, lanjut Abdul Hakim, pihaknya juga menyiagakan petugas di titik-titik rawan kepadatan.

"Petugas juga ditempatkan di titik rawan kepadatan untuk mempercepat penanganan kondisi lapangan,” ungkapnya.

Baca Juga: Liburan Natal Serasa di Luar Negeri, IDD PIK2 Hadirkan Pohon Natal Raksasa Bersalju

PT Trans Jabar Toll memproyeksikan volume lalu lintas di gerbang utama Parungkuda akan mencapai angka 35.000 hingga 40.000 kendaraan selama periode libur Nataru.

Mengingat posisi Gerbang Tol Parungkuda yang berdekatan dengan titik kemacetan Pasar Cibadak, pihaknya berkoordinasi secara intensif dengan Korlantas Polri.

Rekayasa lalu lintas telah disiapkan bersama Korlantas Polri untuk mengurai potensi kemacetan di area keluar gerbang tol yang berbatasan dengan pasar.

Selain kelancaran, aspek keselamatan menjadi prioritas utama dengan pemantauan ketat terhadap Standar Pelayanan Minimum (SPM), yang mencakup kondisi jalan, aksesibilitas, kecepatan tempuh rata-rata, hingga kesiapan unit pertolongan.

Baca Juga: Imbas Kericuhan di Kalibata yang Tewaskan Dua Matel, Gubernur Pramono Tata Ulang Lahan UMKM yang Terdampak

Pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas dan memanfaatkan kanal resmi jika mengalami kendala, antara lain bisa menghubungi Call Center 14080 atau hotline BUJT setempat untuk respons yang lebih cepat. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.