Jakarta

Ketua Golkar Jakarta Ahmed Zaki Iskandar Soroti Merosotnya Adab Generasi Muda Akibat Dampak Negatif Media Sosial

Laode Akbar | 23 Februari 2026, 20:55 WIB
Ketua Golkar Jakarta Ahmed Zaki Iskandar Soroti Merosotnya Adab Generasi Muda Akibat Dampak Negatif Media Sosial

AKURAT JAKARTA - Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar menyampaikan secara mendalam terhadap fenomena merosotnya adab dan etika di kalangan generasi muda saat ini.

Menurutnya, derasnya kemajuan teknologi dan penggunaan media sosial yang tidak terkendali menjadi faktor utama perubahan perilaku tersebut.

Pesan tersebut disampaikan Zaki Iskandar dalam acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Al Akbar Kantor DPD Golkar Jakarta.
 
 
Zaki menegaskan bahwa pola pendidikan modern saat ini terlalu menitikberatkan tanggung jawab pada institusi sekolah. Padahal, landasan utama terbentuknya karakter sejatinya berada di lingkungan keluarga.
 
“Pendidikan karakter itu dimulai dari rumah. Kita tidak bisa hanya mengandalkan sekolah untuk mendidik etika anak-anak kita,” ujar Zaki.
 
Ia membandingkan tantangan zaman sekarang dengan masa kecil generasinya yang jauh lebih sederhana.
 
Saat ini, akses informasi yang tidak terbatas melalui gadget membuat pengawasan orang tua menjadi jauh lebih kompleks dan krusial.
 
Lebih lanjut, mantan Bupati Tangerang dua periode ini juga menyoroti terbatasnya ruang gerak guru dalam mendisiplinkan murid.
 
 
Zaki mengenang masa lalu di mana teguran atau tindakan disiplin dari guru dianggap sebagai bagian dari proses pendidikan yang wajar demi kebaikan murid.
 
Namun, kondisi tersebut kini telah berubah drastis. Menurut Zaki, saat ini teguran kecil dari tenaga pendidik sering kali disalahartikan dan justru berakhir pada laporan ke pihak kepolisian.
 
Hal ini dinilai menghambat upaya penanaman kedisiplinan dan rasa hormat pada diri siswa.
 
Melalui momentum keagamaan ini,  DPD Golkar DKI Jakarta  mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih bijak dalam mendidik anak-anak menggunakan media sosial serta memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai benteng moral.

"Zaman dulu kalau kita SD dijewer atau diselepet pakai kemoceng itu biasa. Tapi sekarang baru diomelin saja, tangan belum nempel, sudah dilaporkan ke polisi," tuturnya.

Baca Juga: Kawasan Pasar Palmerah Masih Semrawut, Gubernur Pramono Bakal Tata Ulang Tiru Kesuksesan Stasiun Cikini

Zaki menyebut situasi ini sebagai tanda bahwa metode pendidikan mulai bergeser. Oleh karena itu, peran keluarga menjadi sangat penting untuk membentuk karakter dan adab anak sejak dini.

“Metode pendidikan sekarang kembali lagi ke rumah kita masing-masing. Pendidikan paling pertama adalah di rumah,” tegasnya.

Zaki juga menyoroti perilaku di media sosial sebagai salah satu indikator hilangnya adab.

Banyak anak muda yang dengan mudahnya memberikan komentar kasar, membuka aib orang lain, hingga menyebarkan informasi tanpa etika.

"Sudah jangan bicara adab. Orang kalau sudah komen di media sosial, astagfirullah. Aib orang, fitnah, hoaks itu yang banyak dibaca," kata Zaki.

Zaki berharap para tokoh agama, khususnya para kiai, dapat terus memberikan nasehat dan penguatan bagi keluarga muslim agar mampu memberikan pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Baca Juga: Sempat Melonjak Jelang Ramadhan, Gubernur Pramono Pastikan Harga Cabai Turun Tanpa Intervensi Pemprov

Menurutnya, membangun kembali adab bukan hanya tugas sekolah atau lembaga formal, tetapi tanggung jawab bersama seluruh orang tua.

"Ini penting sekali. Semoga menjelang Ramadhan, kita semua bisa memperbaiki diri dan membimbing anak-anak dengan cara yang tepat," tutupnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
L