Jakarta

Tradisi Ronda Diubah Jadi Konsep Digital, Siswa Indonesia Raih Penghargaan di IGeo 2026

Anggerhana Denni Rahmawati | 22 Agustus 2026, 20:15 WIB
Tradisi Ronda Diubah Jadi Konsep Digital, Siswa Indonesia Raih Penghargaan di IGeo 2026
Ronda Indonesia mendunia di Olimpiade Geografi. - Instagram @puspresnas

AKURAT JAKARTA - Indonesia kembali mencatat prestasi di ajang International Geography Olympiad (IGeo) 2026.

Tim Indonesia berhasil membawa pulang dua medali emas, satu medali perunggu, serta penghargaan Honorable Mention dalam kategori Poster Presentation.

Namun, ada hal menarik di balik capaian tersebut.

Di tengah persaingan 184 peserta dari 50 negara, tim Indonesia tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik di bidang geografi, tetapi juga memperkenalkan salah satu tradisi masyarakat Indonesia kepada dunia: sistem ronda.

IGeo 2026 berlangsung di Istanbul, Turki, pada 11-17 Agustus 2026.

Tim Indonesia terdiri dari siswa-siswa yang sebelumnya telah melalui ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Geografi, kemudian mengikuti seleksi dan pembinaan yang dilakukan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen.

Dua medali emas diraih Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta, dan Rafif Adinata Ramadhan dari MAN 1 Pekanbaru, Riau.

Sementara itu, Arkha Enzi Anagi dari SMA Labschool Kebayoran meraih medali perunggu.

Luminaire Tribuana Celmira dari SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan juga mendapat apresiasi atas perjuangannya di kompetisi tersebut.

Di luar perolehan medali, perhatian juga tertuju pada karya poster berjudul The Ronda System: The Indonesian Tradition to Keep Communities Safe.

Baca Juga: Nasib PPPK Paruh Waktu Mulai Terjawab, Status Penuh Menanti pada 2027

Melalui karya tersebut, tim Indonesia memperkenalkan sistem ronda sebagai tradisi masyarakat yang digunakan untuk menjaga keamanan lingkungan.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, ronda mungkin merupakan aktivitas yang sudah biasa ditemui.

Namun, di panggung internasional, tradisi tersebut menjadi cara bagi tim Indonesia untuk memperlihatkan bagaimana masyarakat dapat membangun sistem keamanan berbasis komunitas.

Poster tersebut tidak hanya menjelaskan pengertian ronda.

Tim turut mengulas sejarah, unsur-unsur ronda, perkembangannya, hingga contoh penerapan sistem tersebut di Nglanjaran, Sleman, DI Yogyakarta.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.