Jangan Asal Daftar Beasiswa, Desil Ekonomi Bisa Jadi Penentu Kamu Berhak atau Tidak

AKURAT JAKARTA - Banyak calon mahasiswa dan pelajar memburu bantuan pendidikan karena biaya sekolah hingga kuliah semakin besar.
Namun, tidak semua orang bisa langsung mendaftar.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan justru bukan nilai rapor atau hasil seleksi masuk perguruan tinggi, melainkan kondisi ekonomi keluarga yang tercermin dalam desil.
Program seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, LPDP Prasejahtera, hingga Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) memiliki ketentuan ekonomi masing-masing.
Data ekonomi tersebut berkaitan dengan Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang digunakan pemerintah untuk mengelompokkan kondisi kesejahteraan rumah tangga.
Dalam pengelompokan tersebut, desil 1-10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil berikutnya menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif lebih baik.
Secara umum, desil 1 hingga 4 menjadi kelompok yang paling banyak menjadi sasaran bantuan sosial dan pendidikan.
Desil 1 mencakup kelompok sangat miskin, desil 2 kelompok miskin, desil 3 hampir miskin, dan desil 4 rentan miskin.
Namun, persoalannya tidak sesederhana pertanyaan, "Saya desil 4, berarti pasti dapat beasiswa?"
Jawabannya belum tentu.
Baca Juga: Ayah Ikut Momong Anak Bukan Sekadar Bantu Ibu, Ada Dampak Psikologis di Baliknya
Calon penerima perlu memahami bahwa desil lebih tepat dilihat sebagai salah satu indikator kondisi ekonomi, bukan tiket otomatis mendapatkan bantuan.
Setiap program memiliki ketentuan tambahan yang berbeda.
PIP, misalnya, menyasar peserta didik dari keluarga yang tercatat dalam data kesejahteraan atau masyarakat miskin dan rentan miskin yang diusulkan melalui mekanisme tertentu.
Dalam ketentuan yang dirujuk, penerima PIP dari kelompok DTSEN berada pada desil 1-4.
Artinya, siswa yang berada dalam kelompok ekonomi tersebut memiliki peluang untuk menjadi penerima, tetapi tetap harus memenuhi ketentuan program.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







