BBM Langka Bikin Mobilitas Terganggu, Sekolah di Makassar Beralih ke PJJ

AKURAT JAKARTA - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Makassar tidak hanya membuat kendaraan mengantre panjang di SPBU.
Dampaknya kini ikut terasa di dunia pendidikan.
Pemerintah Kota Makassar menetapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring bagi murid PAUD/TK, SD, dan SMP mulai 12 hingga 19 September 2026.
Kebijakan tersebut diambil karena keterbatasan BBM mulai mengganggu mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua.
"Pembelajaran tetap berjalan dari rumah secara daring/online, sebagai langkah sementara merespons kondisi keterbatasan BBM yang berdampak pada mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali murid," tulis Pemkot Makassar melalui Instagram resminya, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Kelangkaan BBM Merembet ke Aktivitas Sekolah
Keputusan mengubah pembelajaran tatap muka menjadi daring menunjukkan bahwa persoalan BBM tidak berhenti pada antrean kendaraan.
Ketika masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar, aktivitas harian ikut terdampak.
Di Makassar, antrean kendaraan dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU.
Bahkan, ada pengendara yang rela menginap di jalan demi mendapatkan BBM.
Baca Juga: Sempat Takut Dikucilkan karena Hindu, Naya Justru Dibantu Belajar Islam di UIN Jakarta
Kondisi tersebut juga memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore.
Situasi menjadi semakin rumit ketika kebutuhan mobilitas untuk pergi dan pulang sekolah harus berhadapan dengan kondisi lalu lintas serta ketersediaan bahan bakar.
Bagi keluarga yang mengandalkan kendaraan untuk mengantar anak ke sekolah, kelangkaan BBM berarti munculnya persoalan baru.
Begitu pula bagi guru dan tenaga kependidikan yang harus melakukan perjalanan menuju sekolah.
PJJ akhirnya dipilih sebagai solusi sementara agar kegiatan belajar tetap berlangsung tanpa mengharuskan murid dan tenaga pendidikan melakukan mobilitas setiap hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1POTRET BERINGIN JAKARTA: Dari Pengurus Pokja ke Pimpinan DPRD, Basri Baco Targetkan 13 Kursi dan Tiket Cagub DKI
- 2Prediksi Skor Parma vs Udinese di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Keluar dari Tren Buruk
- 3Prediksi Skor Freiburg vs Wolfsburg di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Buruk?
- 4Prediksi Skor Bournemouth vs Aston Villa di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Duel Dua Tim yang Sedang Panas
- 5Prediksi Skor Fulham vs Crystal Palace di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Momentum Kebangkitan Tuan Rumah Diuji
- 6Prediksi Skor AC Monza vs Napoli di Serie A, 29 Oktober 2026: Misi Kebangkitan Partenopei di Markas Brianzoli
- 7Prediksi Skor SC Paderborn vs Stuttgart di DFB-Pokal, 29 Oktober 2026: Kesempatan Tuan Rumah Membalas Kekalahan
- 8Prediksi Skor Sunderland vs Brentford di Carabao Cup, 29 Oktober 2026: Misi Bangkit demi Tiket Perempat Final
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







