Jakarta

Sama-sama Tinggal di Kolong Tol, Ibu Ini Ngaku Desil 1 Tapi Anaknya Desil 7, Kok Bisa?

Laode Akbar | 18 September 2026, 14:09 WIB
Sama-sama Tinggal di Kolong Tol, Ibu Ini Ngaku Desil 1 Tapi Anaknya Desil 7, Kok Bisa?
Lusilawati (46), warga kolong tol kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, protes ke Kemensos terkait permasalahan desil. (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA – Warga yang tinggal di kolong tol turut mempersoalkan data desil yang bermasalah dalam unjuk rasa di depan Gedung Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Lusilawati (46), salah seorang warga kolong tol di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, mengaku tercatat dalam desil 1, tetapi anaknya justru masuk desil 7.

Ironisnya, Lusilawati mengatakan dirinya dan sang anak sama-sama tinggal di kolong tol kawasan Penjaringan, dekat Hutan Taman Kota.

"Anak saya desilnya 7, enggak punya apa-apa. Saya desilnya kecil tapi enggak terima bansos," kata Lusilawati saat ditemui dalam aksi.

Baca Juga: Prediksi Skor Bayern Munich vs Union Berlin di Bundesliga, 19 September 2026: Mampukah Die Eisernen Tahan Gempuran Tuan Rumah?

Lusilawati mengaku telah tinggal di kolong tol tersebut sejak anaknya berusia 2 tahun. Kini, anak laki-lakinya telah berusia sekitar 18–19 tahun.

Menurut Lusilawati, anaknya juga tinggal di kolong jembatan yang sama. Namun, kartu keluarga (KK) keduanya telah dipisah.

"Iya, dia sama tinggal di kolong jembatan tapi KK-nya sama kayak saya, dia udah pecah KK sama saya," ujarnya.

Lusilawati mengatakan, anaknya saat ini merupakan ibu rumah tangga dan memiliki seorang anak kecil. Sementara suaminya bekerja sebagai pekerja bangunan.

Ia mempertanyakan penetapan desil 7 terhadap anaknya. Menurut Lusilawati, kendaraan yang digunakan anaknya pun bukan dibeli sendiri, melainkan diberikan oleh adiknya.

"Cuma kok bisa desilnya gede, tinggi? Sedangkan dia motor aja dibeliin adiknya, Beat," katanya.

Baca Juga: Usai Viral Temuan Botol Miras dan Pungli, Gubernur Pramono Minta Taman RTH Kalijodo Segera Direnovasi Total

Lusilawati menambahkan, motor tersebut bukan atas nama anaknya. Kendaraan itu disebut dibelikan karena suami anaknya bekerja di lokasi yang cukup jauh dan berpindah-pindah.

"Bukan," jawab Lusilawati ketika ditanya apakah motor tersebut atas nama anaknya.

"Terus kenapa desilnya tinggi, itu doang," lanjutnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.