Jakarta

Kawal RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, 50 Ribu Buruh Gelar Demo di Jakarta Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

M Rahman Akurat | 24 September 2026, 09:53 WIB
Kawal RUU Perlindungan Ketenagakerjaan, 50 Ribu Buruh Gelar Demo di Jakarta Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Rute alternatif antisipasi demo buruh hari ini.

AKURAT JAKARTA — Kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dijadwalkan akan dipadati oleh sekitar 50 ribu buruh pada Kamis (24/9/2026).

Massa yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) turun ke jalan untuk mengawal penyampaian aspirasi terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa pergerakan massa ini murni merupakan aksi damai untuk menyampaikan aspirasi.

Aksi tersebut sama sekali tidak ditujukan untuk menggoyang atau menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Baca Juga: Mantap! Kabupaten Tangerang Borong 3 Penghargaan Bergensi Tingkat Provinsi Banten, Ini Daftarnya

Rute Konvoi dan 11 Tuntutan Utama KBPBI

Aksi massa ini akan dipusatkan mulai dari kawasan Semanggi. Selanjutnya, para buruh berencana melakukan konvoi menggunakan sepeda motor menuju titik akhir di depan Menara UOB yang berada di Jalan MH Thamrin.

Dalam aksi ini, KBPBI membawa 11 tuntutan utama. Menurut Andi Gani, sejumlah isu krusial yang menjadi sorotan para buruh meliputi:

  • Sistem pengupahan

  • Outsourcing (alih daya)

  • Jaminan sosial

  • Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

  • Perlindungan pekerja platform atau digital

  • Uang pesangon

  • Hak cuti haid

  • Sistem pemagangan

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Sosial Keagamaan, 274 Petugas Pemulasaraan Jenazah Kabupaten Tangerang Ikuti Pelatihan Kompetensi

Selain berorasi, perwakilan elemen buruh juga dijadwalkan akan menyerahkan petisi resmi kepada Kepala Staf Kepresidenan untuk diteruskan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Jadi jam 09.00 WIB pagi itu, ada pimpinan buruh yang memimpin aksi massa langsung, dan ada juga yang mengirimkan petisi, surat pada Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto,” ujar Andi Gani.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.