Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026: Polri Matangkan Strategi Rekayasa Lalu Lintas, Dari One Way hingga Contraflow

AKURAT JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sedang mematangkan strategi rekayasa lalu lintas untuk mengawal arus Mudik Lebaran 2026.
Salah satunya melalui Operasi Ketupat 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 13-25 Maret 2026. Polri fokus mengurai potensi kemacetan akibat lonjakan volume kendaraan.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: 5 Gangguan Kesehatan Akibat Makan Petai Berlebihan, Nomor 5 Bikin Khawatir!
"Strategi rekayasa lalu lintas akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada," ujar Kapolri dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Daftar Rekayasa Lalu Lintas Lebaran 2026
Untuk memastikan kelancaran arus mudik lebaran 2026, Polri telah menyiapkan beberapa skema utama yang akan diterapkan secara situasional:
Sistem One Way (Satu Arah)
Sistem Contraflow.
Pengaturan kepadatan di Rest Area.
Pembatasan kendaraan sumbu tiga (truk logistik non-sembako).
Penerapan Delaying System di titik penyeberangan pelabuhan.
Pengalihan arus kendaraan jika terjadi kepadatan ekstrem.
Peniadaan tilang manual dan pemberian imbauan simpatik.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik 2026
Masyarakat diimbau untuk mencatat estimasi jadwal puncak kepadatan agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman.
Puncak Arus Mudik:
Gelombang Pertama: 14 - 15 Maret 2026.
Gelombang Kedua: 18 - 19 Maret 2026.
Puncak Arus Balik:
Gelombang Pertama: 24 - 25 Maret 2026.
Gelombang Kedua: 28 - 29 Maret 2026.
Baca Juga: Habib Rizieq Desak Presiden Prabowo Tarik Indonesia dari Board of Peace Besutan Donald Trump
Khusus untuk arus balik gelombang kedua, Polri akan menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai operasi lanjutan guna memastikan keamanan pasca-Operasi Ketupat berakhir.
Fokus Penyeberangan Jawa-Bali
Kapolri memberikan atensi khusus pada jalur penyeberangan Jawa Timur menuju Bali. Hal ini dikarenakan periode mudik tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga pengaturan arus keluar-masuk pelabuhan harus dilakukan secara ekstra.
Selain aspek keamanan, kelancaran mudik diharapkan mampu mendongkrak ekonomi daerah. Berkaca pada tahun lalu yang mencatatkan perputaran uang hingga Rp 137 triliun, Kapolri berharap tren positif ini meningkat di tahun 2026.
"Kami harap pengamanan ini maksimal sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah berdampak signifikan," tambah Sigit.
Dalam Operasi Ketupat 2026 ini, Polri mengerahkan sedikitnya 161 ribu personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait untuk bersiaga di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia.
"Ada 161 ribu personel gabungan, terdiri dari Polri, kemudian TNI, instansi terkait, dan seluruh stakeholder," pungkas Kapolri. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Anderlecht vs RB Salzburg di UEL, 6 November 2026: Adu Kuat Rekor Kandang dan Tandang
- 2Prediksi Skor NEC Nijmegen vs Omonia di UEL, 6 November 2026: Misi Menghentikan Tren Negatif di De Goffert
- 3Prediksi Skor Lillestrom vs Viktoria Plzen di UEL, 6 November 2026: Memburu Kemenangan Perdana di Norwegia
- 4Prediksi Skor Levski Sofia vs Jagiellonia di UEL, 6 November 2026: Momentum Positif Jadi Modal Kedua Tim
- 5Prediksi Skor Crystal Palace vs Hoffenheim di UEL, 6 November 2026: Duel Tim Terpuruk di Selhurst Park
- 6Prediksi Skor Sparta Praha vs Bournemouth di UEL, 6 November 2026: Akankah Runtunan Kemenangan The Cherries Terus Berlanjut?
- 7Prediksi Skor Real Sociedad vs Lyon di UEL, 6 November 2026: Duel Sengit di Reale Arena
- 8Prediksi Skor AC Milan vs Ferencvaros di UEL, 6 November 2026: Momentum Derby Jadi Modal Rossoneri
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






