UMY Buka S1 Kriminologi, Ada Mata Kuliah Cyber Security hingga Forensik

AKURAT JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka Program Studi S1 Kriminologi pada 2026.
Program studi baru tersebut hadir ketika perkembangan teknologi digital turut mengubah bentuk dan pola kejahatan di masyarakat.
Pembukaan S1 Kriminologi UMY mengacu pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 1045/B/O/2026.
Berbeda dari gambaran kriminologi yang hanya berkaitan dengan tindak kejahatan konvensional, prodi ini memasukkan aspek teknologi digital sebagai bagian dari kajian.
Kurikulum S1 Kriminologi UMY dirancang dengan pendekatan lintas disiplin.
Mahasiswa akan mempelajari hukum pidana, sosiologi, teknologi digital, hingga nilai-nilai Islam.
Pendekatan tersebut diarahkan untuk memahami fenomena kejahatan secara lebih luas, termasuk bentuk kriminalitas yang berkembang di ruang digital.
Mahasiswa juga dipersiapkan untuk memahami persoalan keamanan sosial yang semakin berkaitan dengan teknologi dan dunia siber.
Sejumlah mata kuliah khusus menjadi bagian dari program ini.
Mahasiswa akan mempelajari teori governance dan kebijakan publik, teori kriminologi modern dan postmodern, serta metode penelitian kriminologi.
Baca Juga: Lolos Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026 Belum Tentu Aman, Ini Tahap Berikutnya
Materi lainnya mencakup etiologi kriminal yang membahas faktor penyebab kejahatan, viktimologi yang berfokus pada korban kejahatan, hingga kriminologi forensik.
Ada pula mata kuliah kriminologi dan cyber security yang secara khusus menghubungkan kajian kriminalitas dengan keamanan siber.
Kombinasi tersebut membuka beberapa jalur karier bagi lulusan.
UMY menyiapkan tiga profil utama lulusan S1 Kriminologi, yakni Policy & Governance Specialist in Criminology, Analis Kriminologi Digital, dan Sociopreneur Berbasis Komunitas.
Profil Policy & Governance Specialist in Criminology diarahkan untuk mahasiswa yang ingin bekerja di lembaga pemerintah atau organisasi internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe di UNL, 29 September 2026: Duel Ketat Minim Gol di Chisinau
- 2Prediksi Skor Belgia vs Prancis di UNL, 29 September 2026: Tanpa Mbappe, Les Bleus Diuji di Brussels
- 3Prediksi Skor Irlandia vs Austria di UNL, 2 Oktober 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan
- 4Prediksi Skor Turki vs Italia di UNL, 29 September 2026: Duel Dua Tim yang Sama-Sama Tertekan
- 5Prediksi Skor Irlandia Utara vs Hungaria di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Momentum Kemenangan?
- 6Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di UNL, 30 September 2026: Mampukah The Tartan Army Hentikan Nati?
- 7Prediksi Skor Swedia vs Polandia di UNL, 29 September 2026: Mampukah Tuan Rumah Lanjutkan Tren Positif?
- 8Prediksi Skor Rumania vs Bosnia-Herzegovina di UNL, 29 September 2026: Adu Kekuatan di Bucharest
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!








