Mobil Berbasis Reaksi Kimia UGM Juara di Jerman, Tantangan Terbesarnya Justru Datang Saat Trial

AKURAT JAKARTA - Kemenangan Tim Reactics Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jerman tidak datang begitu saja.
Sebelum menjadi juara pertama, mobil berbasis reaksi kimia yang mereka kembangkan justru menghadapi persoalan yang tidak muncul selama persiapan di Indonesia.
Masalah itu terjadi ketika tim melakukan trial pada malam hari di Jerman.
Suhu sekitar 2 derajat Celsius membuat laju reaksi pada sistem mobil berbeda dari kondisi pengujian sebelumnya.
Akibatnya, waktu yang dibutuhkan mobil untuk berhenti mencapai dua kali lipat dari perkiraan awal.
Kondisi tersebut menjadi ujian penting bagi Reactics yang tampil dalam ChemCar-Competition by kJVI of the VDI Germany 2026 pada 22–23 September 2026 di Electrochemistry Centre, Bayreuth, Jerman.
Alih-alih mempertahankan perhitungan awal, tim harus kembali membaca data dan menyesuaikan sistem dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Perubahan tersebut membuat waktu stopping mencapai dua kali lipat dari estimasi awal,” ujar Violin Frastica, Kamis (1/10/2026).
Suhu dingin mengubah perhitungan
Bagi tim yang mengembangkan kendaraan berbasis reaksi kimia, perubahan suhu bukan persoalan kecil.
Baca Juga: Tanjung Lesung Siapkan Wisata Skydiving, Bakal Ada Landing Zone 9 Hektare Rencananya
Kondisi lingkungan dapat memengaruhi proses reaksi dan pada akhirnya berdampak pada performa kendaraan.
Reactics kemudian melakukan kalibrasi serta pengambilan data secara intensif untuk mengetahui kembali pola reaksi yang terjadi pada suhu tersebut.
Mereka harus menentukan parameter waktu baru agar sistem penghentian mobil dapat bekerja lebih presisi.
Bremani Sirat Atmaja mengatakan proses tersebut menjadi bagian penting sebelum kompetisi berlangsung.
“Melalui kalibrasi dan pengambilan data ulang secara intensif di tengah dinginnya malam, kami berhasil memetakan kembali pola reaksi dan menemukan parameter waktu yang lebih presisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe di UNL, 6 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Tanpa Kemenangan?
- 2Prediksi Skor Kroasia vs Spanyol di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan 0-7?
- 3Prediksi Skor Inggris vs Ceko di UNL, 7 Oktober 2026: Mampukah The Three Lions Lanjutkan Tren Gemilang?
- 4Raker HAPPI Jatim 2026, Prof Zainul Hidayah Terpilih Jadi Ketua
- 5Kebakaran Menteng Atas: 74 Warga Masih Mengungsi, Golkar DKI Siapkan Konsumsi dan Kebutuhan Mendesak Lainnya
- 6Pimpin Apel Oktober 2026, Bupati Tangerang Beri Peringatan Keras: Tak Boleh Ada Asbak di Ruang Pelayanan
- 7Tinjau Kebakaran di Menteng Atas, Legislator Golkar Basri Baco Dorong Mobil Pemadam Ada di Tiap Kelurahan
- 8Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Tapi Mengapa Ranking FIFA Indonesia Tidak Naik? Ini Penjelasannya!
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






