Jakarta

Mobil Berbasis Reaksi Kimia UGM Juara di Jerman, Tantangan Terbesarnya Justru Datang Saat Trial

Anggerhana Denni Rahmawati | 8 Oktober 2026, 07:30 WIB
Mobil Berbasis Reaksi Kimia UGM Juara di Jerman, Tantangan Terbesarnya Justru Datang Saat Trial
Reactics UGM meraih juara 1 di Jerman. - UGM

AKURAT JAKARTA - Kemenangan Tim Reactics Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jerman tidak datang begitu saja.

Sebelum menjadi juara pertama, mobil berbasis reaksi kimia yang mereka kembangkan justru menghadapi persoalan yang tidak muncul selama persiapan di Indonesia.

Masalah itu terjadi ketika tim melakukan trial pada malam hari di Jerman.

Suhu sekitar 2 derajat Celsius membuat laju reaksi pada sistem mobil berbeda dari kondisi pengujian sebelumnya.

Akibatnya, waktu yang dibutuhkan mobil untuk berhenti mencapai dua kali lipat dari perkiraan awal.

Kondisi tersebut menjadi ujian penting bagi Reactics yang tampil dalam ChemCar-Competition by kJVI of the VDI Germany 2026 pada 22–23 September 2026 di Electrochemistry Centre, Bayreuth, Jerman.

Alih-alih mempertahankan perhitungan awal, tim harus kembali membaca data dan menyesuaikan sistem dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Perubahan tersebut membuat waktu stopping mencapai dua kali lipat dari estimasi awal,” ujar Violin Frastica, Kamis (1/10/2026).

Suhu dingin mengubah perhitungan

Bagi tim yang mengembangkan kendaraan berbasis reaksi kimia, perubahan suhu bukan persoalan kecil.

Baca Juga: Tanjung Lesung Siapkan Wisata Skydiving, Bakal Ada Landing Zone 9 Hektare Rencananya

Kondisi lingkungan dapat memengaruhi proses reaksi dan pada akhirnya berdampak pada performa kendaraan.

Reactics kemudian melakukan kalibrasi serta pengambilan data secara intensif untuk mengetahui kembali pola reaksi yang terjadi pada suhu tersebut.

Mereka harus menentukan parameter waktu baru agar sistem penghentian mobil dapat bekerja lebih presisi.

Bremani Sirat Atmaja mengatakan proses tersebut menjadi bagian penting sebelum kompetisi berlangsung.

“Melalui kalibrasi dan pengambilan data ulang secara intensif di tengah dinginnya malam, kami berhasil memetakan kembali pola reaksi dan menemukan parameter waktu yang lebih presisi.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.